Lie Heart VI

Akanishi benar-benar membuatku penasaran. Memangnya ada hubungan rahasia apa Yamapi dengan Nagasawa-san?? Masih 2 jam lagi konser baru dimulai. Aku memutuskan pergi ke backstage untuk menemui Yamapi. Aku akan coba Tanya padanya.

Akhirnya aku berhasil menemukan NEWS no heya. Samar-samar aku mendengar suara Yamapi. Ada suara Nishikido juga. Sepertinya konferensi pers Nishikido dan Erika membuat Nishikido melupakan masalah kepergian Hiroki. Aku senang mereka bisa baikan lagi.

“Sumima…” Kata-kataku terhenti tepat saat aku akan membuka pintu ruang ganti NEWS.

“Ini konser yang terakhir untuk kita, karena itu minna…ganbatte!!!” Kata Koyama.

Eh…terakhir. Apa NEWS benar-benar akan dibubarkan??!!

“Hmm…” Suara Tego sekarang. “Aku…padahal aku baru bergabung 3 tahun 10 bulan di Johnny Entertaiment, aku senang saat aku terpilih jadi member NEWS…apalagi bisa satu grup dengan Yamapi…akhhh…rasanya aku tidak percaya…”

“Padahal aku sudah mulai dekat dengan kalian semua…” Kata Takahisa.

“Minna pokoknya kita harus semangat!!! Berikan yang terbaik!!!” Kata Shige berusaha menyemangati semuanya.

“Baka!!” Kali ini Yamapi yang bicara.

“Yamapi-san…” Suara Tegoshi.

“Kalian semua zettai bakayaro!!!” Suara Yamapi dingin sekali. “Bicara apa kalian ini, seolah-olah kita akan berpisah selamanya. Kalian tidak dengar ya apa kata Johnny-san! Kita hanya off sementara waktu, suatu hari kita pasti berkumpul lagi…”

“Yamapi…” Koyama memeluk Yamapi. “Aku terharu mendengarnya…”

“Hanase yo!!”

“YOSH!!” Nishikido yang bicara. “Minna…GANBARU YO!!!”

“GANBARIMASU!!!” Kata semuanya.

Aku tidak mungkin membicarakan masalah pribadi disaat seperti ini. Aku tau Yamapi, setegar apapun dia, tapi tetap saja dia termasuk cowok yasashii. Aku bersyukur punya cowok kayak dia…*ya..iyalah*. Nanti saja kutanyakan.

Konser berlangsung meriah. Sangat meriah malah. Banyak cewek yang meneriakkan nama Yamapi. Cemburu sih…tapi mau bagaimana lagi, itu jadi resiko punya pacar artis kan. Untung saja dimana-mana cewek, jadi tidak aka nada yang memperhatikan kalau aku Hotikita Maki. Tapi tetap saja aku jaga-jaga dengan menggunakan topi. Aku benar-benar bisa melihat Yamapi dari dekat. Suaranya pun terdengar jelas sekali. Padahal tiap aku nonton konser NEWS pasti selalu jauh dari panggung. Senangnya…

Lagu Nippon menjadi lagu pembuka. Dilanjutkan dengan lagu Kibou Yell dan Cherrish. Kemudian Teppen, ya ampun…aku rindu NEWS yang ber-8 kalau mendengar lagu lagu ini. Lagu demi lagu pun dipersembahkan. Sampai akhirnya lagu Sayaendou yan Hadashi no Shinderera Boii.

“Minna…” Yamapi bicara. “Kyou wa…boku tachi wa…tanoshikatta…dakara…ARIGATOU GOZAIMASHITA!!!”

“Arigatou…” Kata Tegoshi.

“Minna arigatou!!!” Nishikido berteriak.

“Arigatou….” Teriak Koyama, Shige dan Takahisa bersamaan.

“Kita pasti bertemu lagi…” Lajut Yamapi.

Teriakan “nande?” terdegar bergemuruh dari tempat penonton.

“Untuk sementara waktu, kami NEWS…akan mengurangi kegiatan kami karena suatu hal, demo minna…kami tetap memohon dukungan kalian, onegaishimasu…”

Yamapi membungguk member hormat, diikuti oleh Nishikido, Tegoshi, Koyama, Shige, dan Takahisa.

“Inilah persembahan terakhir dari kami…DREAM…douzo!!” Teriak Koyama.

Lagu Dream pun mengalun. Benar-benar lagu yang menyentuh. Suasana di konser jadi hening. Koyama dan Shige mulai terisak-isak. Dengan suara bergetar, Tegoshi dan Takahisa melanjutkan bait lagunya. Yamapi dan Nishikido sudah berkaca-kaca menahan air mata. Aku meneteskan air mata. Tidak…semua penonton ikut mengeluarkan air mata untuk NEWS.

“Kenapa matamu merah??” Kata Yamapi padaku di backstage.

“Apanya yang kenapa…matamu juga berkaca-kaca gitu!!” Jawabku.

“Hmmm.”

“Ne…Tomo.” Kataku. “Aku bangga padamu. Aku yakin suatu hari nanti NEWS pasti akan bersatu lagi.”

“Maki…aku ingin memelukmu.”

“Jangan di sini.” Akanishi datang.

“Jin..”

“Lebih baik wartawan mengerumunimu gara-gara kepergok bermesraan dengan Horikita-san atau menghadiri konferensi pers NEWS yang sebentar lagi dimulai?”

“Pertanyaanmu menjebakku Jin!” Kata Yamapi.

“Mereka menunggumu untuk wawancara tentang NEWS. Cepatlah!”

“Hai…hai…Maki aku pergi dulu ya…”

“Hmm.” Aku menganguk mengiyakan.

Yamapi pun pergi ke tempat konferensi pers mengenai pendingnya NEWS sementara waktu.

“Bagaimana?” Tanya Jin. “Kau sudah Tanya ke Pi?”

“…”

“Sepertinya kau harus menerima tawaran kencanku.”

“Akanishi-san…terima kasih atas tawaranmu. Aku pulang, jya…”

“Kau pasti akan menerimaku Horikita-san.”

“Maaf kalau aku sedikit menasehati, tapi…sikapmu ini tidak sopan!” Kataku tegas. “Jangan mengajak kencan cewek yang tidak kau sukai, apalagi dia pacar sahabatmu sendiri.”

“Aku tidak akan mengajak kencan cewek yang tidak aku suka.”

“Heh?”

Tiba-tiba Akanishi menarikku. Chup. Dia mencium bibirku. Aku langsung mendorongnya.

“kau…”

“Aku bilang aku yang menemukanmu lebih dulu kan! Jya…Maki-chan.”

Areeeee???

Aku…tadi Akanishi menciumku. Aku dicium cowok selain Yamapi. Air mataku keluar. Aku langsung berlari ke toilet. Segera aku menghapus ciuman Akanishi di bibirku tadi. Bagaimana ini?? Aku merasa bersalah pada Yamapi. Yamapi…gomenne.

“Tomo…” Panggilku pada Yamapi.”

“Kau menungguku.”

“Hmm.” Aku menganguk.

“Tumben.”

“Gomenne.” Kataku sambil menggenggam lengan Yamapi.

“Nande? Minta maaf untuk apa?”

“Pokonya aku minta maaf…” Aku tidak mungkin bilang kalau Akanishi tadi menciumku. Apalagi Akanishi itu sahabat Yamapi sejak masuk Johnny.

“Kau ini aneh! Tapi…aku maafkan.” Ucap Yamapi sambil mengusap-usap kepalaku.

Walau NEWS tidak berkegiatan untuk sementara waktu, tapi Yamapi tetap saja sibuk. Buktinya saja sudah hamper 3 minggu ini berbagai wawancara reality show dan pemotretan menyibukkannya. Dia bahkan dapat debut solo karier. Sekarang sedang sibuk latihan, rekaman, dan syuting untuk membuat video klipnya.

“Ok…bagus Horikita-san.” Kata forografer majalah Onna Star. “Hari ini cukup.”

“Arigatou gozaimasu.” Kataku.

“Doumo Horikita-san!”

“Ah…doumo, Nagasawa-san.”

“Nagasawa-san kau sudah datang?” Sapa kru Onna Star.

“Hai.”

“Tunggu sebentar ya, kami siapkan dulu semua pemotretan untukmu. “

“Ok, santai aja.” Jawab Nagasawa. “Ne Horikita-san.” Panggil nagasawa padaku yang sudah siap-siap pergi. “Sepertinya peringatanku masih belum cukup ya!”

“Maksudmu?”

“Kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh sih!!”

“…”

“Nagasawa-san sudah siap…!!!” Teriak kru dari sebrang ruang pemotretan.

“Haaaiii.” Jawab Nagasawa.

Untung saja kru cepat memanggil Nagasawa. Dia pun pergi.

“Ah…aku lupa…” Kata Nagasawa tiba-tiba. “Bagaimana kalau Tomo tau kau berciuman dengan Akanishi ya??”

“Eh?”

“Kalau kau kesulitan memberitahunya, aku bisa membantumu.”

Dia tau. Bagaimana kalau Nagasawa benar-benar membertauhu Yamapi. Lebih baik Yamapi tau dari mulutku daripada dari mulut orang lain. Tapi…apa aku harus memberitahunya. Kalau dia marah gimana?? Bagaimana kalau dia malah minta putus dariku?? Aku belum siap…

“Darimana saja kau???”

“Tomo…” Aku kaget Yamapi ada di Apartemenku. “Sejak kapan kau di sini.”

“Itu tidak penting.” Yamapi terlihat marah.

“Nande?”

“Nande katamu??! Kenapa kau tidak memberitahuku!!!”

“Heh??” Mungkinkah dia sudah tau.

“Kalau ada apa-apa tentang kita langsung beritahu aku!!”

“Itu…” Bagaimana ini???

“Jadi??”

“Aku…gomen, hontouni gomen.”

“Sudahlah…tapi aku senang sekali.” Yamapi langsung memelukku.

Heh?? Yamapi senang aku dicium cowok lain? Tidak salah??

“Akhirnya kita dapet dorama bareng lagi.”

“Heeehhh???”

“’Heh’? Kau tidak senang?”

“Dorama? Kita main di dorama yang sama lagi??” Tanyaku memastikan.

“Bukannya kau sudah tau. Kau sudah tau malah tidak memberitahuku.”

Ternyata aku salah sambung dengan pemikiran Yamapi. Berarti Yamapi belum tau mengenai ciuman itu. Syukurlah. Langsung saja ponselku berbunyi. Dari manajerku. Ternyata aku memang dapat peran di dorama yang baru bersama Yamapi.

Dorama kali ini Yamapi menjadi peran utama. Full dari awal sampai akhir. Bisa dibilang aku peran utama kedua setelah Yamapi. Judul doramanya Kurosagi. Yamapi jadi seorang penipu bernama Kurosaki. Dan aku cewek yang menentang pekerjaannya itu, Tsurara. Kebalikan dari dorama Nobuta, kalau di Nobuta Akira yang suka pada Nobuko, kalau di dorama ini Tsurara yang suka Kurosaki.

“Skenario apaan nih!!” Omel Yamapi di lokasi syuting Kurosagi. Kami sudah memulai syuting episode pertama dorama Kurosagi.

“Nande? Dari tadi kau mengomentari skenarionya terus.”

“Sebenarnya aku suka jalan ceritanya.”

“Soshite?” Tanyaku lagi. “Kalau bagus jangan ngomel mulu dong!”

“Habis…aku kira bakal dapet dorama romantis.”

“Nande sore…”

“Memangnya kau tidak mau kita berperan sebagai sepasang kekasih??” Tanya Yamapi.

“Bukannya begitu, tapi…”

“Kau ini! Setidaknya kalau di dunia peran aku bisa memelukmu, tanpa ada seorang pun yang curiga.”

“Apa isi otakmu Cuma itu!!”

“Aku ini laki-laki normal, wajar dong kalau aku ingin memeluk kekasihku sendiri.” Jelas Yamapi. “Aku tidak mau hubungan ini terus disembunyikan.”

“Lho?? Siapa yang menyembunyikannya, member NEWS, Erika, Kamenashi, keluargamu, bahkan Nagasawa dan Akanishi pun tau kan!!”

“Bukan mereka yang kumaksud!!”

“Sudahlah…sudahlah…baca saja skenarionya!!”

“Ne…Maki!” Panggil Yamapi sambil menatapku tajam. “Kenapa kau tidak mau semua orang tau hubungan kita?”

“Heh??” Aku kaget dengan pertanyaannya.

“Ada yang kau sembunyikan dariku??”

Pikiranku langsung penuh dengan bayangan Nagasawa yang mengancamku. Belum lagi ajakan kencan Akanishi dan ciumannya itu. Lalu sedekat apa hubungan Yamapi dan Nagawawa. Sejak kapan aku bertemu Akanishi??Kenapa Akanishi tega melakukan itu padaku, pacar Yamapi, sahabatnya sendiri??Apa mungkin ini saatnya aku memberitahu Yamapi…

“Hmm.” Aku menggeleng. “Nandemonai…”

“Hontou??”

“Hmm.” Aku mengangguk. “Daijoubu.”

“Apa kau tidak mau semuanya tau karena kau tidak benar-benar suka padaku?? Perasaanmu padaku sebenarnya hanya suka terhadap idola saja, begitu kan??”

“Kalau kau tidak percaya pada perasaanku, jangan jadikan aku pacarmu!!!”

“Heh…????”

Aku pergi meninggalkan Yamapi. Aku kesal sekali pada ucapannya tadi. Bisa-bisanya dia tidak percaya kalau aku benar suka padanya. Bukan rasa suka seorang fans terhadap idolanya, tapi rasa suka seorang cewek pada kekasihnya.

Syutingpun dimulai. Aku merasa cerita Kurosagi ini seperti cerita cinta kami yang selalu bertengkar. Walau di cerita ini hubungan kami tidak jelas arahnya. Pulang syuting Yamapi harus menghadiri Show di Music Station. Ternyata debut solonya menjadi lagu utama di dorama Kurosagi ini. Daite Senorita.

Aku langsung pulang ke apartement. Sepertinya Yamapi marah gara-gara ucapanku tadi. Tapi biarlah…harusnya kan aku yang marah!! Pokonya sampai dia bilang maaf aku tidak akan minta maaf!! Sesampainya di depan kamar apartement, aku menemukan keganjilan. Pintunya tidak dikunci. Mungkin acara di Music Station diundur jadi Yamapi ada di dalam, Soalnya hanya dia yang kuberi kunci duplikat kamarku. Pasti dia mau bersujud minta maaf…

“Okaeri!!!” Ucapku.

“Tadaima!”

E~h…Ini bukan suara Yamapi.

“kenapa kau ada disini??” Tanyaku kaget melihat Akanishi sedang asyik menonton TV di kamarku. “Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku??”

“Kau ini galak sekali.” Kata Akanishi. “Aku mau mengantar ini padamu.”

Akanishi menyodorkkan rangkaian bunga mawar padaku.

“Untuk apa?” Tanyaku heran.

“Jangan salah paham. Ini dari Pi, katanya sebagai permohonan maaf.”

“Kenapa tidak did sendiri saja yang kasih??”

“Kau tau kan kalau sekarang dia harus menghadiri Music Station untuk debut solonya yang pertama.” Kata Akanishi. “Jadi dia minta tolong padaku untuk mengantarkan ini. Tadi aku bertemu dengannya. Dan dia kasih kunci apartementmu, jadi aku bisa masuk…” Jelasnya.

“Terima kasih.” Kataku. “Kalau gitu urusanmu di sini sudah selesai kan, kau boleh pulang.”

“Aku tidak mau.”

“Heh?”

“Aku masih mau di sini bersamamu.” Godanya.

“Jangan macam-macam!! Pulanglah…onegai!!” Pintaku.

“Bukan Cuma Pi yang keras kepala, aku bisa lebih keras kepala darinya lho!!”

“Aku heran padamu.” Kataku. “Kau ini sahabat Tomo dari kecil kan? Kalian bersama-sama di Johnny sejak awal masuk, tapi kenapa kau malah bersikap seperti ini!!”

“Karena aku sahabatnya.”

“Jangan membuatku bingung!!”

Tiba-tiba Akanishi mendorong dan menjatuhkanku di atas tempat tidur. Posisinya tepat di atasku. Tangannya mengikat tanganku.

“Hanase yo!!!” Teriakku.

“Karena aku sahabatnya, maka…akulah orang yang paling membencinya.”

“Heh?”

Mata Akanishi memerah. Tatapannya seolah dia siap untuk menerkam. Tatapan penuh kebencian.

“Aku akan mendapatkan apapun miliknya…” Akanishi melepaskanku. “Dakara…aku pasti akan mendapatkanmu. Jya!” Chup, Akanishi mengecup pipiku.

“Apa-apaan kau!!!” Aku melempar bantal ke arah pintu setelah Akanishi menutupnya.

Pagi yang seperti biasanya. Saat kubuka mata Yamapi ada di hadapanku. Dengan kesal aku mendorongnya jatuh dari tempat tidurku.

“Iiiiitaaaiiii….” Erang Yamapi. “Nande?? Caramu membangunkanku kasar sekali sih!”

“…”

“Kau ini kenapa, pagi-pagi sudah marah-marah gitu!! Bukannya Jin sudah mengirimkan bunga dariku?”

“Itu yang membuatku marah!!” bentakku.

“O~H…wakatta, kau mau aku yang langsung memberikannya kan?? Gomen…kau tau aku tidak bisa memberikannya langsung kan…”

“Tidak masalah kau mau menitipkan bunganya pada orang gila sekalipun…” Ucapku kesal. “…yang penting jangan sembarangan memberikan kunci apartementku pada orang lain dong!!!”

“Jin itu bukan orang lain…”

“Apalagi padanya!!!” Potongku spontan, Yamapi kaget. “A~h…”

“Memangnya kenapa dengan Jin?” Tanya Yamapi. “Kau tau dia itu sahabatku kan!!”

“Itu…anooo…pokonya jangan sembarangan kasih kunci apartementku!!!” Ucapku sebagai tanda selesainya pertengkaran pagi itu.

Aku dan Yamapi benar-benar disibukkan oleh syuting Kurosagi. Bagusnya kami jadi sering bersama tanpa ada seorang pun curiga. Kami menghabiskan waktu istirahat syuting dengan bercanda-canda. Aku ingat waktu istirahat syuting Kurosagi episode 4. Saat itu ada wawancara khusus. Dan Yamapi menunjukkan gerakan dance Daite Senorita. Kyaaa…aku baru pertama kali melihat Yamapi nge-dance di depan mataku secara langsung. Kami benar-benar menghabiskan setiap waktu istirahat bersama-sama.

*Skip ya*

Ga kerasa dorama Kurosagi sudah memasuki episode 10. Artinya tinggal 1 episode lagi. Doramaku dengan Yamapi kali ini booming. Nggak aneh sih…abiz Yamapi yang full main di dorama ini. Apalagi bisa melihat Yamapi dengan berbagai karakter. Aku yang menjadi lawan mainnya saja ber-kyaaa ria dalam hati. Kadang aku seperti bermimpi kalau Yamapi itu pacarku.

“Maki…mitte!! Kalau ini bagus ga???” Tanya Erika padaku.

Dia menunjukkan gambar gaun pengantin di majalah yang baru saja dia beli. A~h…aku belum member tahu ya…Nishikido dan Erika memutuskan untuk menikah. Rencananya sih 3 bulan lagi. Seperti biasanya, mereka berhasil menyembunyikan berita bahagia ini pada wartawan. Mereka bilang akan membuat surprise. Saat ini Erika sedang main ke apartementku dan meminta pendapatku untuk gaun pengantinnya.

“Bagus…bagus…” Kataku.

“Ne Maki! Dari tadi semua gaun yang aku tunjuk selalu kau bilang bagus, kau malah tambah membuatku bingung memilih yang mana!!” Kata Erika.

“Eh…gomen. Memang semuanya bagus kok!” Kataku. “Kenapa ga Tanya Nishikido saja sih??Dia pasti lebih tau kau lebih cantik pakai yang mana!!” Saranku.

“Kau pikir dia peduli aku pakai baju apa.” Kata Erika sambil melirik Nishikido yang cuek mendengar music di mp3 sambil baca komik. “Kalau aku pakai karung juga dia tidak akan peduli!!!”

“Aku datang!!!” Teriak Yamapi sambil membawa keresek besar makanan di tangannya.

“Kau lama sekali.” Kata Nishikido akhirnya lepas dari komik dan mp3-nya.

“Kau pikir semudah apa aku bisa lolos di tempat umum!! Untung ada Jin.”

“Yo!” Jin muncul dari belakang Yamapi.

Jin???Akanishi Jin??? Jangan bercanda!!! Hidupku beberapa minggu ini sudah tenang tanpa kehadirannya. Sekarang dia datang lagi…ya…Tuhan…Yamapi bodoh!!! Ngapain bawa-bawa Jin ke sini.

“Wah…sepertinya sedang ada kumpul-kumpul nih!!” Kata Jin.

“Iya…tapi kau tamu tak diundang!” Gumamku.

“Hisashiburi…Maki.” Sapa Jin. Berani-beraninya dia memanggil nama kecilku.

“Hisashiburi…” Jawabku malas.

“Jin tangkap!!” Yamapi melempar cola pada Jin.

“Arigatou…”

“Siapa yang mau menikah??” Tanya Jin sambil mengangkat majalah pengantin milik Erika. “Pi…kau tidak pernah bilang mau menikah.”

“Chigau…bukan aku. Ryo dan Erika.”

“Oh…syukurlah.” Jin senyam-senyum.

“Nande??” Tanya Yamapi.

“Karena aku harus menikah lebih dulu sebelum kau!!” Kata Jin.

“Hahahahhaha…punya pacar saja belum. Maaf Jin, sepertinya aku mendahuluimu.” Kata Yamapi tak mau kalah.

“Kalau aku tidak punya pacar bukan berarti aku tidak punya calon kan?!”

“Ehhhh???” Yamapi dan Nishikido kompak kaget.

“Kau ini diam-diam menghanyutkan Jin!!” Kata Ryo.

“Sejak kapan kau bisa suka sama cewek??” Canda Yamapi.

“Sejak aku bertemu dengannya.” Tiba-tiba Jin menatapku. Aku juga bisa merasakan semua mata tertuju ke arahku.

“Eh…ah…Bagaimana kalau aku buat popcornya sekarang?? Sebentar ya…” Dengan gugup aku ke dapur.

“Pacarmu lucu juga ya Pi!” Kata Jin.

“…” Yamapi hanya terdiam.

Akanishi sudah keterlaluan!!! Bagaimana kalau Yamapi curiga dan salah paham. Aku selesai membuat popcorn-nya. Kami pun makan sambil ngobrol-ngobrol. Yamapi, Nishikido, dan Akanishi asyik membicarakan kerjaan mereka. Erika masih menanyakan pendapatku tentang gaun pengantinnya.

Kriiing…kriiiing…kriiiing…

Ponsel Yamapi berbunyi.

“Moshi-moshi..” Jawab Yamapi.

Moshi-moshi Tomo-chan.

“Ah…Masami-chan.”

Nagasawa menelepon Yamapi, ada apa?? Aku bersikap biasa saja dengan terus mengobrol dengan Erika. Tapi telingaku terus mendengarkan.

Kau ada dimana sekarang??” Tanya Nagasawa di sebrang sana.

“Aku di apartemen Maki, kami sedang kumpul-kumpul.”

Apartemen Maki?!

“Hmm…nande?” Tanya Yamapi.

Kita bisa keluar sekarang??”

Sekarang? Memangnya ada apa?”

Besok kan ulang taunmu. Besok aku ada syuting di Hokaido, makannya aku inginmerayakanya sekarang.

“Oh…daijoubu Masami.” Kata Yamapi. “Kau ingat ulang taunku saja aku sudah senang tidak perlu dirayakan.”

Nagasawa juga ternyata ingat ulang tahun Yamapi. Aku ingat besok ulang tahun Yamapi yang ke-21. Aku sudah punya rencana untuk ulang tahunnya selesai syuting Kurosagi episode 11 besok. Jujur…aku cemburu Nagasawa mendahuluiku.

Pokonya aku mau merayakannya!!! Aku tunggu kau sekarang di Romantic Cafe ya…Matteru!!”

“Chotto Masami…”

“Aku juga mau kasih tau sesuatu tentang Horikita dan Akanishi.

“Eh?”

Jya…matteru!”

“Aku pergi dulu ya…” Kata Yamapi akhirnya pergi menemui Nagasawa.

Yamapi pergi tanpa Tanya padaku apa aku setuju dia bertemu Nagasawa atau tidak. Nyebelin!!! Erika akhirnya sudah memutuskan gaun yang akan ia pakai di pernikahannya nanti dengan Nishikido. Erika dan Nishikido pun pamit pulang.

“Kalau begitu…aku juga pulang.” Kata Akanishi.

“Kau memang seharusnya pulang.”

“Baiklah, tapi sebelumnya…aku masih membuka tawaran untukmu.”

“Nani?”

“Sepertinya Yamapi sangat mementingkan Nagasawa ya…” Aku panas mendengar kata-kata Akanishi. “Kalau kau mau kencan denganku, akan kuberitahhu semua rahasia mereka. Dou??”

Akanishi menunggu jawabanku.

“Kemana kita akan kencan?” Tanyaku akhirnya.

“Star Park. Hari minggu kutunggu kau jam 9 pagi ya…Jya!”

Akanishi pergi. Sepertinya otakku sudah tidak bisa berfikir sehat lagi. Hubungan Nagasawa dan Yamapi membuatku tidak bisa berfikir jernih. Tapi aku tidak mungkin mencabut kata-kataku pada Akanishi. Aku terlanjur menerima ajakan kencannya.

Pagi ini Yamapi tidak ada dalam kamarku. Tumben. Apa dia semalaman bersama Nagasawa??Akhhh…aku tidak mau memikirkannya. Aku percaya pada Yamapi. Dia tidak mungkin menghianatiku. Daripada memikirkan itu, aku cepat-cepat bersiap-siap untuk ke lokasi syuting Kurosagi. Hari ini syuting terakhir dan juga…

“AAKKKKHHHH!!!!! Hari ini kan ulang tahun Yamapi!!”

Kemarin aku lupa beli kado. Aku juga belum mengucapkan selamat padanya. Kenapa aku bisa lupa sih!!! Di perjalanan menuju tempat syuting aku menelepon Yamapi…tapi…Ponselku mati!!! Aku lupa men-charge-nya…Pokonya sesampainya di lokasi syuting aku harus mengucapkan selamat ulang tahun pada Yamapi. Tapi diluar dugaan…

“Horikita-san kau sudah telat 1 jam!!!” Kata sutradara menyambut kedatanganku.

“Eh??” Aku melihat jam tanganku. “Aku datang tepat waktu kok.”

“Memangnya kau lupa kalau syuting dimajukan 1 jam lebih cepat??” Tanya sutradara.

“Ah…gomen…aku benar-benar tidak ingat.”

“Sudahlah…cepat ganti baju, syuting segera dimulai.”

Pikiranku benar-benar habis untuk memikirkan Nagasawa dan Yamapi. Aku tidak sempat mengucapkan ulang tahun pada Yamapi. Hari ini sangat melelahkan. Aku bahkan harus mengambil take beberapa kali karena lupa skenarionya. Namun…akhirnya syuting berakhir juga…

PAK…

“Itaaaiii…” erangku setelah Yamapi memukul kelapaku.

“Hari ini kau jelek sekali!!!” Yamapi duduk di sebelahku.

“…”

“Nande??”

“Gomen…” Kataku. “Aku terlambat mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Aku juga lupa beli kado untukmu. Bahkan kue ulang tahun pun tidak aku siapkan…gomen…” Aku menyembunyikan mukaku ke dalam lutut.

“Aku kesal sih…” Kata Yamapi. “Demo…arigatou…kau memikirkannya sampai lupa semuanya.” Yamapi mengusap kepalaku.

“Ne…kau mau minta apa?” Kataku. “Aku kan belum memberimu hadiah.”

“hmmm…” Yamapi berfikir. “Aku mau kau.”

“eh???”

“Hahahahaha…” Yamapi tertawa setelah menggodaku.

“Nani sore??!!”

“Ternyata benar kata Jin, kau ini lucu juga ya…”

Aku terdiam. Jin bilang begitu pada Yamapi?? Dasar!!!

“Nande??” Tanya Yamapi yang melihatku terdiam.

“Hmm..nandemonai…” Jawabku. “Jadi kau mau hadiah apa?” Tanyaku lagi.

“Aku tidak mau hadiah.” Jawab Yamapi.

“Lalu?”

“Hmmm…aku mau kita mengumumkan hubungan kita.”

“Heh??”

“Nande? Kau masih tidak mau juga?” Sepertinya Yamapi serius.

“Aku…bukankah kita berdua saja yang tau itu sudah cukup?? Aku sudah bilang berapa kali padamu.”

“Kau ini kenapa sih?” Tatapan Yamapi tepat menusuk mataku. “Setiap kali aku ingin hubungan kita diketahui semua orang, kau selalu menolaknya.”

“Suatu hari semua orang juga akan tau.”

“Suatu hari itu kapan??” Nada bicara Yamapi makin tinggi. “Apa perlu menunggu sampai kita jadi kakek nenek??!”

“Bukan begitu…”

“Atau sampai orang-orang tau kau pernah menjadi pacarku!!”

“Apa maksudmu??”

“Aku hanya ingin orang-orang tau kau ini pacarku, apa itu egois!!!”

“…”

“Gomen…akhir-akhir ini kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku, aku hanya khawatir. Aku takut kau pergi dariku.”

“Tomohisa…” Panggilku. “Apapun yang terjadi, shinjitte kudasai…onegai…”

Yamapi menciumkku lembut sekali. Perasaan kami tersampaikan satu sama lain lewat ciuman itu. Gomenne Yamapi *gantinya Gomenne Juliet*…Aku janji aku tidak akan pernah menghianatimu. Aku janji…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s