Lie Heart V

“Ah…segarnya!!” Aku baru saja selesai mandi. “Hari ini syuting terakhir, iyoiyo…”

Cklek…

Pintu apartemeku terbuka.

“Yo!!eeehhh???”

Itu Yamapi. Aku kaget. Sejenak kami bertatapan dalam diam.

“Kyaaaaa…..keluar kau!!!” Teriakku.

Aku melempari Yamapi dengan barang-barang yang dekat dari jangkauanku. Yamapi pun keluar. Kenapa aku marah?? Ya…iyalah keadaanku saat itu sedang ganti baju. AKu baru saja selesai mandi. Dan aku hanya berbalut handuk. Tepat saat Yamapi masuk dengan tidak sopan, tanpa mengetuk dulu, aku sedang memakai pakaian dalamku. Bisa dibayangkan kan malunya aku!!!

“Aku tidak sengaja…” Kata Yamapi setelah aku selesai ganti pakaian dan mengizinkannya masuk.

“Tidak ada alasan untuk bilang tidak sengaja!” Kataku kesal sambil menyediakan sarapan untukku dan Yamapi. Dia selalu sarapan, makan siang, dan makan malam di apartemenku. Itu karena aku belajar memasak sejak tau Yamapi suka cewek yang bisa masak.

“Aku memang tidak sengaja!!” BAntah Yamapi.

“Memangnya kau tidak bisa ngetuk pintu dulu!!” Kataku. “Jangan mentang-mentang kau punya kunci apartemenku kau bisa masuk seenaknya tanpa mengetuk pintu dulu!!”

“Ya…sudahlah…sudah terjadi kan…”

“Gampang banget kau bilang kayak gitu!!!” Kataku kesal. “Kalau kau ada diposisiku bagaimana??”

“Aku sih cuek aja…”

“Kau…”

“Sudahlah Maki, jangan terlalu dipermasalahkan. Lagi pula aku tidak nafsu kok melihatmu. Papan irisan…”

BUK!!!

“Itaiii…aku kan Cuma bercanda!!!” Kata Yamapi sambil mengelus-elus pipinya.

“Tidak ada sarapan untukmu!!!”

“Eeeehh….Maki!”

“Biarin!! Biar kau pingsan di tempat syuting!!”

“Ya…ampun Maki-chan, kok tega sih sama pacar sendiri…” Rayu Yamapi. “Maki-chan cantik deh!! Aku mau sarapan buatanmu ya…onegai!!!”

“Tidak ada sarapan un…”

“Maki…”

BRUK…

Kakiku kesandung meja. Yamapi yang mencoba menahankku ikut jatuh, tapi…jatuhnya…dia memegang dadaku.

PLAK!!!

“Aku pergi!! Kunci pintunya!!!”

“Sakiiittt…laparrr…”

Syuting pun dimulai. Pengambilan take yang diulang-ulang pada syuting kali ini hamper tidak ada. Karena kami sudah mendalami dan menghayati peran kami masing-masing.

“OK!! Istirahat…” Kata Sutradara.

“Aku lapaaaarrrr…” Kata Yamapi memegang perutnya. “Bagi bentonya dong Erika, aku ga bawa bento nih!!”

“Enak aja!!!” Jawab Erika. “Bukannya Maki-chan biasa membuatkan bento untukmu Tomo??”

“Tidak ada bento untuk kali ini!!” Kataku kesal.

“Memangnya kenapa??” Tanya Kamenashi.

“Itu hukuman untuknya.” Jawabku.

“Hukuman??? Memangnya berbuat jahat apa!!”

“Kalian ini aneh, kalian pacaran kan?? Tapi malah bertengkar mulu!!” Kata Erika.

“Kau dan Ryo aja bertengkar tiap hari!!!” Kata Yamapi.

“Erika dan Nishikido???” Tanyaku dan Kamenashi berbarengan.

“Upss…”

“Tomo bawel!!!” Kata Erika sambil wajahnya bersemu merah.

Haaaahhhh??? Erika dan Nishikido. Sejak kapan???

“Akhirnya selesai juga…” Kata Yamapi sambil merebahkan tubuhnya di rumput taman SMA Tohka.

“Nee…Yamapi.” Panggilku. “Sejak kapan NIshikido-kun dan Erika berpacaran??” Tanyaku.

“Sejak SMA.”

“HONTOU???”

“Ekspresinya biasa aja!! Kami satu SMA.”

“Ha…ha…ha…lucu ya, padahal sifat mereka jauh berbeda, tapi bisa awet sampei sekarang. Tapi sudah selama itu pacaran tidak ada berita mereka pacaran ya, kenapa??”

“Menurut mereka…cukup mereka saja yang tau. Begitu.”

“Hmmmm…”

“Tapi itu membuat mereka sering bertengkar dan melibatkanku dalam pertengkaran mereka.” Keluhnya.

“Oh…jadi itu alasan kau sering sekali menginap di apartement Nishikido-kun, untuk mendamaikan mereka??”

“Hmmm…” Yamapi mengangguk.

“Ternyata kau ada sisi baiknya juga ya…he..he…”

“Apa maksudmu, aku emang orang baik kok!!”

“Hontou??? Yang aku tau, kau itu cowok keras kepala yang tidak mau kalah dari siapa pun.”

“Tau apa kau!!”

“Aku tau banyak…waktu lahir beratmu 3,6 kg, kau masuk Johnny karena senpaimu Hideaki Takizawa, Kau suka semua yang simple, hartamu adalah keluarga, teman, impian, dan masa depanmu, waktu kau masih kecil kau suka bermain di bakpasir di taman, tempat yang kau sukai adalah pantai, kau suka musim panas, kau tidak suka jarimu yang pendek, kau juga tidak suka fans misterius yang ngenganggu lewat telepon, kau suka sama cewek yang keibuan,dewasa, dan bisa masak. Ah…kau pernah ditembak sama cowok, ha…ha…ha…Aku juga tau kelemahanmu, kau paling takluk kalau digelitik. Yang paling kau benci adalah belajar, satu lagi…kau selalu lupa untuk men-zipp celanamu…ha…ha…Ungkapku dengan semangat.

“Bagaimana kau tau banyak seperti itu???” Tanyanya curiga.

Ups. Sepertinya aku terlalu banyak bicara. Tentu saja aku tau banyak, karena aku fansnya dari dulu. Sampai-sampai aku mengejarnya ke dunia entertainment.

“Hi-mit-su!!” Kataku senyam-senyum.

“Nande sore??? Apa yang kau sembunyikan dariku??”

“nande mo nai…”

“Maki!!!! Beri tahu apa yang kau sembunyikan!!!”

“Tidak ada…”

“Uso!! Mukamu itu ga bisa boong tau!!”

Kruyuk…kruyuk…

“Ha…ha…ha…kau lapar ya???” Tanyaku.

“Ini gara-gara kau!!”

“Kalau gitu ayo kita makan!!” Ajakku.

“Apa dulu yang kau sembunyikan??”

“Makan dulu…”

“Aku mau tau dulu!!”

“Kau bisa mati kelaparan!!”

“Setelah aku tau, aku baru mau makan!!”

“Kau ini benar-benar keras kepala ya!!”

“Aku memang begitu…”

“Ya…sudah…yang lapar kau ini!!”

“Makiii!!!”

Kapan lagi coba aku bisa menggodanya seperti ini, he…he…he…

Kriiing…kriiing…kriiing…

Ponselku berbunyi.

“Moshi moshi…” Jawabku. Tapi tidak ada yang menjawab. “Moshi…moshi…??” Sapaku lagi.

Tetap tidak ada yang menjawab. AKu menutup ponselku.

“Dare??” Tanya Yamapi.

“Aku tidak tau…” Ini nomor yang sama dengan orang yang meneleponku tempo hari. Masih juga tidak membalasku.

“Jadi…?”

“Aku tidak tau siapa orangnya.” Jawabku.

“Bukan itu yang kumaksud.” Kata Yamapi tanpak kesal. “Apa yang kau sembunyikan??”

Aku nyuekin Yamapi yang memanggil-manggilku untuk tau apa yang aku rahasiakan darinya. Aku dan Yamapi kembali ke apartemenku. Dengan terpaksa Yamapi akhirnya makan juga sebelum dia tau apa rahasiaku. Sepertinya perutnya sudah tidak bisa diajak kompomi.

“ha…ha…ha…” Aku tidak bisa menahan tawa melihat Yamapi makan.

“Jangan tertawa!!! Kau curang Maki, selalu menggunakan kelemahanku. Jangan-jangan waktu kejadian Deeto Show itu kau sudah tau kebiasaanku!!Ah…jangan-jangan kau…”

“Apa??” Sepertinya Yamapi sudah bisa menebak kalau aku adalah fansnya.

“Kau tau banyak tentangku padahal kita belum lama pacaran, aku juga pernah baca kalau alasanmu bergabung di dunia entertainment karena ingin mengejar seseorang, jangan-jangan itu…aku???”

“Itu…” Aku memang mengejarmu.

“Ah…aku tau rahasiamu..” Kata Yamapi. Rasanya mukaku mulai memerah. “Jangan-jangan kau penguntit ya!!!”

“AKU TIDAK PERNAH MENGUNTITMU!!!”

Aku tudak menyangka Yamapi sebodoh ini *dee ditabok Yamapi*. Aku berjalan ke rak tempat aku menyimpan semua koleksiku tentang Yamapi.

“Di dalam sini…” Aku menunjuk rak itu. “Ada harta karunku, dan rahasiaku.”

“Eh??”

“Bukalah!” Kataku.

Yamapi membuka rak itu. Matanya membesar kaget. Dia bisa melihat artikel-artikel tentang dirinya yang kukumpulkan. Video-video dan dorama-dorama tentang Yamapi dan NEWS. Lalu Yamapi melihat ke arahku. Aku memalingkan pandanganku ke arah lain. Aku malu Yamapi mengetahui kalau aku fans beratnya.

“Kalau kau fansku, kenapa kau menolak kencan denganku waktu di Deeto Show??” Tanya Yamapi.

“Eh??” Aku bingung. “Siapa yang menolakmu!!”

“Kau menangis begitu tau aku yang akan kencan denganmu kan!!”

“Haaa?? AKu memang menangis, itu karena aku tidak percaya akhirnya aku bisa kencan denganmu. Jadi kau berfikir aku menolakmu??”

“Tentu saja!! Itu karena kau menangis!!”

“Kau ini bodoh ya!! Memangnya kau tidak bisa membedakan mana yang menangis bahagia mana yang menangis sedih!!”

“Habis…”

“JAngan-jangan kau sengaja menjelek-jelekkanku di depan member NEWS yang lain karena malu sudah membuatku menangis??”

”Bukan malu…kalau tidak bicara begitu bisa-bisa air mataku keluar, aku benar-benar sedih kau menolakku.”

“eh??” Aku kaget mendengar pengakuan Yamapi.

BLUSH…

Wajah Yamapi memerah. Manisssnyaaaa…

“Nee Yamapi!” Panggilku. “Aku senang punya fans sepertimu, aku juga akan jadi fans setiamu…yakushoku!!” Kataku.

“Apa yang kau bicarakan!!” Kata Yamapi tampaknya kesal, memangnya apa aku salah ngomong ya?? “Aku ini cowokmu, dan kau cewekku, wakarimasuka??”

“Hmmm…” Aku mengangguk senang. “Wakarimasu.”

“Satu lagi!!” Tambah Yamapi. “Panggil aku Tomohisa, jangan panggil aku Yamapi. AKu juga memanggilmu Maki kan!!”

“Ahh…wakatta!” Kataku. Aku tersenyum jail. “Yamapi…yamapi…yamapi…”

“Makiii!!!”

Ha…ha…ha…


“Kau ini jadi sering menggodaku ya Maki, kau sudah mulai berani padaku!!” Keluh Yamapi.

“Habis…kau lucu sih…Tomo-chan!”

BLUSH…

Pipiku rasanya panas, pertama kali aku memanggil nama kecil Yamapi. Aku melirik Yamapi, eeeehhhh ternyata pipinya juga memerah…

Yamapi memengang bahuku. Tatapannya tepat menusuk mataku. Wajahnya mulai mendekat. Aku tau isyarat ini, langsung saja aku menutup mataku. Nafasnya kian dekat, jantungku berdebar kencang…

BRAKKK!!!!

“Tomooooo-chaaan!!!!”

“Ehh….erika????” Dalam hari Yamapi…kau ini mengganggu saja!!

“HWAAAAAA……..!!” Erika menangis.

“Erika??Nande?” Tanyaku.

“Jangan bilang kau bertengkar lagi dengan Ryo!!!”

“HWAAAAAAA……” Tangisnya makin keras.

“Erika, tenanglah…daijoubu-daijoubu…” KAtaku berusaha menenangkan.

Setelah 15 menit Erika menangis. Dia mulai menceritakan apa yang terjadi pada hubungannya dengan Ryo.

“Putus????” Tanyaku kaget.

“Hmm..” Angguk Erika. “Dia memang selalu seenaknya saja!! Dasar cowok kasar!!!”

“Memangnya apalagi yang kau lakukan??” Tanya Yamapi.

“Aku tidak melakukan apapun!! Tadi…Kazuya menembakku selesai syuting, dan Ryo mendengarnya…”

“Kamenashi-san menembakmu??” Aku kaget. “ Lalu Nishikido-san…”

“Tapi aku sudah bilang maaf pada Kazuya…” JElas Erika. “Lagian Ryo itu cemburuan banget sih!!”

“Selalu begini!!!” Kata Yamapi. “Berapa kali kubilang lebih baik kalian umumkan kalau kalian sudah pacaran. Berapa banyak cowok yang sudah menembakmu haaaahhh, gimana Ryo ga cemburu!!”

“Bukan begitu masalahnya…” Erika melanjutkan dengan tatapan orang yang patah hati. “Setiap ada cowok yang menembakku, dia tidak pernah seperti ini, dia…semarah apapun dia, dia tidak pernah mengucapkan kata putus padaku…”

Suasana hening. Hanya terdengar suara isak tangis Erika saja di dalam kamar apartemenku. 10 menit kemudian Erika tertidur.

“Tomohisa…” Panggilku. “Apa kau tidak tanyakan pada Nishikido-san??”

“…”

“Tomohisa…” Panggilku lagi.

“Aku haruh Tanya apa??”

“hehh?? Ya…Tanya kenapa dia memutuskan Erika…” Yamapi hanya terdiam. “Jangan-jangan…jangan bilang kau masih belum baikan dengan Nishikido!!”

“…”

“Jadi kalian masih marahan???” Aku benar-benar tidak menyangka. “Kalian ini seperti anak kecil!!Lalu kalau kau tidak bicara pada Ryo, siapa lagi yang bisa membantu Erika???”

Yamapi hanya terdiam. Gara-gara aku hubungan mereka jadi begini. Nishikido benar-benar kehilangan Hiroki. AH!!!!HIROKI!!! Hiroki pasti tau NIshikido pacaran dengan Erika. Aku langsung mengambil ponselku dan menelepon Hiroki…

“Kau nelpon siapa??” Tanya Yamapi.

“Ah…moshi-moshi Hiroki!”Sapaku pada Hiroki di sebrang sana.

Moshi-moshi…Maki-chan ohisashiburi…

“HAi..genki?”

Yamapi menatapku. AKu tau apa maksud tatapan itu, ”Kenapa kau malah nelpon Uchi!!” Tapi aku mencuekkannya.

Genki desu, kau?”

“Hai..genki.”

Ada apa? Tumben nelpon.

“Ah…aku kangen.”

Ha…ha…ha…Kalau Yamashita-san tau kau kangen padaku bagaimana reaksinya.

“Dia tau kok!” Aku melirik Yamapi yang dari tadi mengoceh sendiri. “Dia tidak bias diandalkan, makannya aku telepon kau.”

“NANDE SORE!!!!” Teriak Yamapi.

Memangnya ada apa??

“Kau…pasti tau kalo Nishikido-san pacaran dengan Erika.” Kataku memastikan.

Hmm…aku tau. Soshite??

Aku menceritakan apa yang Erika ceritakan padaku.

“Aku mau minta tolong, tolong nasehati Nishikido-san, kasian Erika. Onegaii…”

Gomenne. Aku tidak bisa.

“Ehhh??Nande???”

Ryo itu keras kepala kalau masalah cewek. Nasehat seperti apapun kalau dia sudah memutuskan percuma saja.”

“Heee….???”

Kau bilang Kamenashi yang menembaknya???

“Hmm.”

Pantas saja kalau Ryo marah.”

“Lho??Memangnya kenapa??”

Kamenashi itu mantannya Erika.”

“heeeeehhHH????????????” Aku kaget banget. Selama ini di lokasi syuting mereka biasa-biasa aja.

Lebih baik, biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.

“Begitu. Baiklah. Ne…kau sekarang tinggal dimana??”

Osaka. Di sini aku bias lebih tenang.

“Gomenne.” Aku masih merasa bersalah.

Berapa kali kau minta maaf padaku. Aku baik-baik saja.

“Hiroki cowok baik, pasti bias dapet cewek yang lebih baik dari aku.”

Ha…ha…ha…Semoga saja. Tapi bagiku, Maki-chan tidak akan tergantikan. Kau ini persis seperti ibuku, cantik, baik, perfect!

BLUSH!!!>////<

“Kau terlalu berlebihan tau!!”

Itu benar kok!! Makannya kalau kau sudah bosan dengan Yamashita-san, aku siap menerimamu. Ha..ha..ha..

“Kau ini. Kalau gitu sudah dulu ya, jaga dirimu.”

Hai.

“Kapan-kapan dating ke sini dong!!”

“Hai..hai..”

“Jya!”

Jya!

“Waaahhh…kangen-kangenan nih!!” Kata yamapi, padahal baru saja aku menutup teleponnya.

“Apaan sih, wajar dong, Hiroki kan sahabatku!! Kau cemburu ya…” Godaku.

“Ngapain cemburu sama cewek centil kayak kau!!!”

“HEH???”

“Aku pulang. Titip Erika.”

“Tunggu, kau marah ya…”

“Bagaimana aku tidak marah!!!” Suara Yamapi mulai meninggi. “Kau dengan mudahnya bilang kangen ke cowok lain di depanku, bahkan kau bilang aku tidak bias diandalkan!! Sekarang ini pacarmu itu aku kan!!!!”

“Heh…aku…” Aku kaku harus bilang apa.

“Aku pulang!!”

Yamapi keluar dari apartemenku dengan membanting pintu. I~h apaan sih dia, dasar egois, emosian. Tapi…aku juga salah ya…

Seminggu sudah berlalu. Entah bagaimana hubungan Erika dengan Nishikido sakarang. Hubunganku dengan Yamapi?? Seminggu ini sepertinya sama saja seperti hari-hari biasa. Kami selalu saja perang mulut. Padahal aku sudah minta maaf karena aku membuatnya marah. Dasar dianya aja yang nyebelin. Tapi aku sayang padanya.

Semenjak syuting Nobuta selesai, Yamapi sibuk dengan konsernya. Aku pun banyak tawaran syuting dan pemotretan. Hanya malam hari kami bias bertemu. Aku pernah dikagetkan dengan kehadiran Yamapi yang tidak disangka-sangka. Tiba-tiba saja di pagi hari, Yamapi sudah ada di samping tempat tidurku. Seperti hari ini.

Aku tidak berani membangunkannya. Tidurnya terlihat sangat nyenyak. Pasti dia sangat lelah. NEWS sedang naik daun. Setelah single TEPPEN nama NEWS makin melambung. Walau member-nya berkurang.

“Selesai…”

Aku selesai membuat sarapan. Kyaaaa kami ini seperti pengantin baru saya ya…

Kriiiing…kriiiing…

Handphone-ku berbunyi. Nomor itu lagi.

“Dare????” Kataku kesal.

Jangan dekati Tomohisa Yamashita lagi!!!Putuskan hubunganmu dengannya!!!” suara perempuan.

“Eh??Dare desuka?”

TUUUT…TUUUT…TUUUT…

Dia menutup teleponnya. Siapa?? Apa mungkin fans-nya Yamapi. Tapi bagaimana dia tau aku pacaran dengan Yamapi?? Hubunganku dengan Yamapi belum tersebar luas, yang tau hanya member NEWS, ditambah Kamenashi, Erika, dan keluarga Yamapi. Tapi mereka tidak mungkin membocorkan hubungan kami seenaknya, tanpa minta izin pada kami.

“Siapa??” Yamapi sudah bangun, dan melihatku terdiam setelah menerima telepon dari cewek yang tidak kukenal.

“Shiranai…”

“waaaahhhh…itadakimasu!!!” Yamapi langsung menyambar sarapan, tapi aku berhasil menahannya.

“Cuci muka dan sikat gigimu dulu!!!”

Aku menyalakan TV. Tepat saat Erika dan Nishikido tampil. Mereka…

Kami sengaja mengadakan konferensi pers untuk memberi tahu semuanya kalau kami…pacaran.” Jelas Nishikido.

“Heeehhhh…nande mereka???” Yamapi kaget begitu keluar dari kamar mandi mendengar pengakuan Nishikido.

“Sssttt” Kataku.

Sejak kapan??” Tanya salah satu wartawan.

Sejak kami SMA.” Jawab Erika.

Spontas semua ber-HHEEEHHH ria. Pasti mereka tidak menyangka. Nishikido dan Erika berhasil menutupi hubungan mereka dari pemburu berita selama itu. Akhirnya terjadi sesi Tanya jawab dengan wartawan.

“Apa kita juga harus buat konferensi pers ya??” Tanya Yamapi.

“Heh??Untuk apa??”

“Ya…untuk mengumumkan hubungan kita.” Jawabnya.

“…”

“Aku juga ingin orang-orang tau kalau kau itu milikku.”

Aku terharu mendengar kata-kata Yamapi. Tapi…telepon misterius itu mengganggu oikiranku.

“Sepertinya tidak perlu.” Kataku.

“Nande??” Tanya Yamapi sedikit kaget. “Memangnya kau tidak mau semua orang tau kalau kita pacaran??!”

“Kurasa…kau mengakui kalau aku pacarmu saja, itu sudah cukup.”

“Ryo dan Erika sebelumnya juga begitu. Cukup mereka saja yang tau. Akibatnya mereka selalu bertengkar. Cemburu satu sama lain gara-gara banyak yang nembak. Itu karena mereka tidak menumumkan kalau mereka itu pacaran.” Jelasnya panjang lebar.

“Memangnya kalau pacaran itu harus diumumkan.” Protesku.

“Maki…kita ini artis.”

“Lalu??Memangnya kalau kita artis semuanya harus kita umumkan!!”

UPSS!!!

Kenapa aku malah marah-marah.

“Anoo…maksudku…”

“Wakatta.” Kata Yamapi. “Ayo kita sarapan.”

Kami sarapan dalam diam. Biasanya Yamapi cerewet mengomentari masakanku. Suasananya jadi tidak enak.

“Selesai.” Kata Yamapi sambil membereskan piringnya. Dia pergi ke arah dapur.

GREP. Aku memeluk punggung Yamapi.

“Gomenne. Aku bukannya tidak mau mengumumkan hubungan kita. Aku senang. Demo…aku masih belum siap, gomen…hontouni…gomen.”

“Jangan melakukan tindakan yang membuatku ingin menyerangmu!!”

“hehh???ah..” Aku melepaskan pelukanku.

CHUP.

Yamapi mencium bibirku. Ah~ pipiku pasti merah nih!!!

“Hahahahaha…” Yamapi tiba-tiba tertawa.

“Nande??” Tanyaku yang masih malu-malu.

“Kau ini, sudah berapa kali aku menciummu, kau masih saja malu-malu seperti itu…” Goda Yamapi.

“URUSHOI!!” Teriakku.

Selesai sarapan dan mandi, Yamapi bergegas untuk pulang. Lebih tepatnya ke Johnny’s Entertainment. Dia akan rekaman. NEWS akan mengeluarkan single baru. Denger bocoran dari Yamapi sih judulnya Sayaendou. Katanya juga single itu akan dijadikan soundtrack anime One Piece. Pasti keren tuh.

“Nih, aku lupa mau kasih ini ke kamu.” Yamapi menyodorkan tiket konser NEWS berikutnya. “Kau bias menontonku dari dekat lho!”

“Arigatou.” Ucapku sambil senyam-senyum senang.

Yamapi pun pergi.

Seminggu sebelum konser NEWS. Aku dapat telepon misterius itu lagi. Cewek itu semakin mengancamku. Dia bilang kalau aku tidak cepat memutuskan hubunganku dengan Yamapi, dia akan menghancurkan hidupku. Sebenarnya siapa sih dia???Aku Tanya ke operator tapi percuma.

“Akhhh…aku terlambat!!!”

Aku langsung berlari keluar apartemen. Pasti manajerku marah-marah nih kalau aku telat lagi. Aku sudah sering terlambat. Mana sekarang kan acaranya live…

CKIIIIIIITTTTTT…

“Maki!” Panggil seseorang.

Mataku rasanya berat untuk di buka. Kepalaku sakit. Badanku rasanya remuk.

“Tomo-chan!”

“Iya ini aku. Daijoubu??” Yamapi keliatan sangat cemas.

“Hmm…daijoubu. Kepalaku sedikit sakit…”

“Yokatta…” Yamapi memelukku.

“Aku…dimana?”

“Rumah sakit.”

Ah~

Aku ingat sekarang. Tadi pagi waktu aku mau berangkat ke tempat show, tiba-tiba ada mobil kencang yang menyerempetku. Aku sempat melihat orang yang menyetirnya. Rasanya aku kenal, tapi dimana?? Yang aku tau dia…cewek. Apa mungkin cewek yang sering menerorku??

“Ne..Maki…” Panggil Yamapi. “Apa ada masalah? Kata Jin mobil itu sengaja menabrakmu.”

“Jin??”

“Aku…” Kata cowok yang muncul di belakang Yamapi.

Akanishi Jin. Member KATTUN juga salah satu teman dekatnya Yamapi.

“Jangan-jangan kau yang menolongku?” Tanyaku.

“Bisa dibilang…begitu.”

“Arigatou…”

“Jadi, apa kau ada masalah?” Tanya Yamapi lagi.

“Itu…”

Kriiing…kriiing…

Ponsel Yamapi berbunyi.

“Moshi-moshi…”

Yamashita-san, cepat kemari.”

Nande Tegoshi??”

Johnny-san mau bertemu. Dia mau membicarakan sesuatu.”

Tapi sekarang aku…”

Kalau Horikita-san sudah sadar, cepat kemari!!”

Ryo…”

“Nani?” Tanyaku setelah Yamapi menutup ponselnya.

Wajahnya keliatan lelah sekali. Sepertinya banyak pikiran.

“Tidak ada apa-apa. Johnny san Cuma mau diskusi dengan kami. Kau istirahat saja, jangan mikirin yang macam-macam. Aku akan menunggumu.”

“Kalau gitu kau cepat pargi. Mereka pasti menunggumu kan?” Kataku.

“Daijoubu. Ryo bilang tidak apa-apa. Dia kan seperti leader ke-2 NEWS, kalau ada dia pasti akan baik-baik saja…”

“Aku tidak apa-apa!!” Kataku tegas.

“Tapi…”

“Aku tidak mau tanggung jawab kalau NEWS ada apa-apa gara-gara kau menungguku di sini!!!”

“Ne~ Pi. Biar aku yang menjaga Horikita.” Kata Jin.

“Kalau gitu…aku pergi ya. Jin jaga Maki!!”

“Hmm.” Jin mengangguk.

Setelah mengecup keningku, Yamapi pergi.

“Aku baru tau kalau kau dan Pi pacaran.” Jin memecah keheningan.

“Heeh??”

“Tidak apa-apa mungkin Pi lupa memberitahuku.”

“Ah~ arigatou kau sudah menolongku.”

“Do itashimashite.”

“Anoo…boleh aku tau apa yang terjadi pada NEWS?”

“Hmm…Hironori-kun melakukan hal yang sama dengan Uchi-kun.”

“Hah??” Aku kaget.

“Tidak tau apa yang terjadi pada Hironori-kun. Sepertinya…NEWS akan dibubarkan.”

“Apa??! Itu tidak mungkin!!!”

“Aku kan baru bilang sepertinya, belum tentu terjadi kan.”

“Tapi…kalau NEWS dibubarkan…Tomo…”

“Kau ini pacar yang baik ya…”

Apa mungkin NEWS akan dibubarkan?? Yamapi pasti sangat sedih. Karena aku tau dia orang yang paling senang saat NEWS terbentuk. Dia juga sudah berusaha keras sampai akhirnya mendapatkan debut lewat NEWS.

Hari ini konser NEWS. Aku sepertinya datang terlalu cepat. Baru ada beberapa orang di tempat konser ini.

“Anoo…kau Horikita-san kan??”

“Ah…Yamashita-san.” Dia ibu Yamapi. “Hai…Horikita desu.”

“Sudah sembuh??” Tanyanya.

“Ah..iya..”

“Tomo selalu uring-uringan waktu kau di rumah sakit tapi dia tidak sempat ke sana, aku juga belum menengokmu…gomen…”

“Daijoubu-daijoubu. Aku tidak apa-apa kok.”

“Syukurlah…”

“Anda mau nonton juga??” Tanyaku ragu.

“Tentu. Setiap dia konser aku pasti menyempatkan diri untuk nonton.”

“o~h…”

“Okaa-san…” Panggil Rina-chan dari jauh sambil melambai.

Dia bersama seseorang. Dia lawan main Yamapi di Dragon Zakura. Masami Nagasawa. Aku tiba-tiba mengingat wajah orang yang menabrakku. Tidak. Aku pasti salah mengingat wajahnya.

“Kenapa kau ada di sini??” Tanya Rina-chan ketus padaku.

“Rina. Aku tidak pernah mengajarkanmu tidak sopan seperti ini.” Kata ibunya Yamapi. “Ah..Masami-chan kau juga datang?”

“Iya.” Jawab Nagasawa. “Tomo yang mengajakku.”

“Tomo nii-chan kan tidak pernah lupa mengajak Masami-chan.” Kata Rina.

“Aku tau Rina, tapi…katanya kau ada syuting kan??”

“Aku minta syutingnya diundur.” Jawab Nagasawa lagi.

“Waaah…Masami-chan demi Nii-chan apapun rela dikorbankan ya…manisnyaaa…” Puji Rina.

“Tentu saja.” Kata Masami ceria. “Ne~ kau Horikita Maki kan??” Tanyanya padaku.

“Hai.” Jawabku.

“Kalian sudah saling kenal??” Tanya ibu Yamapi.

“Belum. Aku tau dia di TV.” Jawab Masami. “Tapi…aku tau kalau dia pacar Tomo.”

HEEEHH…Dia tau. Pandangan matanya padaku seperti harimau yang berhasil menemukan kelinci. Apa mungkin kecurigaanku benar kalau Masami adalah cewek yang menerorku dan menabrakku???

“Tapi aku lebih rela Nii-chan jadian sama Masami-chan daripada sama dia.” Kata Rina.

“Riiiinaaa…” Kata Ibunya. “Kita masuk aja yuk!” Ajak Ibu Yamapi.

“Ah…aku masih mau di sini dulu.” Kataku.

“Hmm…ya sudah, Masami-chan??”

“Aku mau ke toilet dulu. Kalian duluan saja.”

“Ya sudah…kami duluan ya…”

Ibunya yamapi dan Rina masuk ke tempat konser. Meninggalkan aku dan Masami.

“Kau masih nekat juga ya…” Kata Masami tiba-tiba.

“Heh?”

“Masih mending kau tidak mati.”

“Jadi…jadi benar kau yang…”

“Aku mengenalnya sejak kecil. Aku juga tau kalau dia nge-fans padamu. Tapi… Tomo itu milikku!!!”

“Kalau kau juga menyukai Tomohisa, jangan bertindak curang seperti itu!!!”

“Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya…termasuk menghabisimu, Horikita-san!!”

Cewek yang menyeramkan. Apa-apaan dia!!! Dia pikir dengan mengancamku aku akan mundur. Tidak akan!!!

“Hmm…jadi dia yang menabrakmu.”

“Akanishi-kun!!” Kataku kaget melihat Akanishi berdiri di belakangku. “Bikurishita!!”

“mereka memang sudah kenal sejak kecil ya, jadi susah juga kalau tidak ada perasaan satu sama lain.”

“Heh? Dari kecil?” Kataku kaget, aku baru tau mereka sudah kenal sejak kecil.

“Hmm.” Akanishi mengangguk. “Mereka satu sekolah waktu SD, mereka sangat dekat. Memang Nagasawa-san lebih tua dari Pi, tapi umur tidak menjamin kedewasaan seseorang kan!!” Jelas Akanishi.

“Sou desuka…”

“Tapi waktu kelas 5 mereka jarang bersama lagi.”

“Nande?” Tanyaku.

“Karena Nagasawa-san jadi artis lebih dulu, dia sibuk syuting dan pemotretan.”

“Tapi sampai sekarang mereka kelihatan masih dekat.” Kataku.

“Karena mereka tidak pernah lepas contact.” Jelas Akanishi. “Nande???Kau cemburu??”

“A~h…chigaimasu!! Aku cuma berfikir, pantas saja Nagasawa-san benci padaku.” Kataku. “Ternyata dia lebih banyak tahu tentang Tomo.” Kataku sedih.

“Aku juga tau banyak tentangmu.”

“Eh??”

“Bisa dibilang aku juga fansmu lho!” Kata Akanishi menjawab pertanyaan yang tergambar pada wajahku. “Bahkan aku yang lebih dulu menemukanmu sebelum Pi.”

“Hah?? Kau tambah membuatku bingung Akanishi.”

“Bagaimana kalau kita kencan??”

“heeeehhh??? Jangan bercanda.” Akanishi mengajakku kencan??!!

“Kenapa? KAu takut Pi tau? Tenang saja aku tidak akan bilang-bilang ke Pi, kau juga jangan bilang-bilang. Bagaimana?”

“Gomen.”

Aku pergi menuju tempat konser. Apaan sih tiba-tiba bilang fansku, lalu bilang kalau aku pernah bertemu dengannya, lalu dia mengajakku kencan??! Dia kan tau kalau aku pacar sahabatnya.

“Aku akan memberi tau kapan kita pernah ketemu.” Kata Akanishi sambil menyusulku.

“Tidak perlu dengan kencan kan!!” Kataku masih sambil berjalan.

“Bagaimana kalau kuberitahu tentang Pi dan Nagasawa-san??”

Kakiku spontan berhenti.

“Memangnya ada apa dengan mereka?” Tanyaku berbalik menghadap Akanishi.

“Tidak akan kuberitahu selain dengan kencan.”

“Ya sudah, aku bias Tanya sendiri ke Tomo.” Aku melanjutkan jalanku.

“Coba saja kalau dia mau memberitahumu.”

“Pasti mau!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s