Lie Heart III

TING…

Lantai 5, sebelumnya Yamapi kan mau ke kamar Nishikido.

“Yo!!” Sapa Nishikido dari luar lift. “Sedang apa kalian?”

Posisi Yamapi yang mendorongku ke pojok lift memang akan membuat orang berfikir yang aneh-aneh. Spontan aku mendorong Yamapi dan keluar dari lift. Secepat kilat aku berlari ke arah tangga turun dan kembali ke kamarku. Deg…deg…deg…Jantungkku tidak bisa berhenti berdetak. Pandangan Yamapi tadi benar-benar membuat aku takut. Pandangannya seperti aku punya kesalahan yang sangaaaaattt besar padanya. Tapi di dalam sinar matanya, aku bisa merasakan dia sakit hati padaku. Aku bingung, memangnya apa salahku??? Apa Yamapi lebih membenciku disbanding aku membencinya???

Pandanganku tertuju pada rak di samping tempat tidurku. Kubuka rak itu. Kuambil isinya. Aku masih menyimpannya baik-baik. Artikel Yamapi sejak dia mulai debut di dunia artis, waktu itu dia masih berumur 11 tahun. Lucuuu…Sejak masuk Johnny’s Jimusho dia memang terlihat menonjol dibanding artis-artis seangkatannya. Aku membuka lembar demi lembar kliping artikel yang aku kumpulkan. Foto Yamapi bersama adiknya Rina dan Ibunya. Arikel tentang perceraian orang tuanya. Ada juga artikel dorama dia yang pertama Kabachitare!. Pertama kalinya Yamapi menjadi leader boyband NEWS, tanggal 15 September 2003. Artikel saat debut NEWS yang pertama, NEWS-Nippon. Sampai artikel dorama terakhirnya Yamapi bersama Masami Nagasawa dan Koike Teppei, Dragon Zakura. Mungkin di artikel berikutnya wajahku juga terpampang bersama Yamapi. Dorama pertamaku dengan Yamapi, Nobuta wo Produce. Ada juga artikel NEWS-Teppen yang sekarang sedang booming di belantika musik Jepang.

Iya deh…aku ngaku. Aku tidak sepenuhnya bisa membenci Yamapi. Tidak mudah bagiku melupakan cowok yang pertama kali membuat hatiku bergetar melihatnya. Tidak mudah juga melupakan perjuanganku mengejar Yamapi hingga dunia entertainment ini. Tapi…tadi sepertinya Yamapi benar-benar membenciku, benar-benar sakit hati padaku, bagaimana ini…??? Setelah aku selangkah lebih dekat dengannya aku malah membuat dia benci padaku…hiks…hiks…hiks…

Syuting pertamaku akhirnya datang juga. Ternyata berita tentang artis memang lebih cepat nyebarnya disbanding berita mengenai kenaikan BBM *ada gitu..??*. Banyak cewek-cewek yang datang. Pastinya mereka adalah fans Kamenashi dan Yamapi yang ingin melihat bintang mereka berlaga.

“Dia Horikita Maki kan???”

Eh…ada yang mengenalku juga…yokatta…

“Iya, yang waktu itu nonjok Yamapi. Dia tidak pantas bermain dorama dengan Yamapi.”

“Iya…iya…masih cantikan juga Masami Nagasawa. Dia cocok lagi dengan Yamapi.”

“Bisa-bisanya ya artis baru kayak dia main dorama bareng Yamapi.”

“Aku malah baru pertama kali ini mendengar namanya, memangnya dia artis ya…??”

“Iya..kukira dia Cuma cewek biasa yang nge-fans sama Yamapi, dan beruntung bisa ikuta Deeto Show!”

“Apa bagusnya sih dia…”

“Semuanya…aku suka semuanya…”

Eh…itu…Hiroki. Dia datang juga.

“Doumo Maki-chan!!! Ganbatte yo!!! Tunjukin ke cewek-cewek bawel ini kalau kau bisa ngasih yang terbaik. Kalau kau pantas jadi seorang artis!!!” teriak Hiroki dari tempat penonton. Tentunya cewek-cewek tadi malu dikata-katain sama artis yang mereka sukai juga. Kaget juga Hiroki Uchi, member NEWS bisa membela artiis baru sepertiku.

“ARIGATOU HIROKI!!!!” teriakku balik.

Untung aku punya temen kayak Hiroki. Tadi aku sempat putus asa, sekarang aku jadi semangat lagi. Aku harus tunjukkin ke semuanya…Aku pasti bisa!!!

Syuting pun dimulai. Semua dapat memerankan perannya dengan baik. Aku pun harus baik. Walau ya…ada beberapa scene yang diulang hingga lima kali. Tapi aku tidak akan menyerah. Tidak akan pernah menyerah.

Syuting hari ini selesai sampai jam 8 malam.

“Ne…Maki-chan” Panggil Erika. “Pacarmu menunggu tuh..” Erika memandang ke arah Hiroki yang sedang asyik ngobrol dengan Yamapi dan Kame.

“He…??”

“Ga usah malu…Uchi-kun emang kakkoi ko…emmm…lebih tepatnya kawaii kali ya…he..he..he..”

“Kami tidak pacaran ko!”

“Masa sih??Kalian akrab banget…”

“Benar kok, kami Cuma temen deket aja.”

“Sampai panggil nama kecil?”

“Memangnya kenapa?? KAu dan Yamapi juga saling memanggil nama kecil kan?!” Kataku.

“Ha…ha…ha…itu karena aku kakak sepupunya Tomo-chan.”

“Ehhhh???kakak sepupu???”

“Hai…sou desu.”

“Tapi aku belum pernah denger berita kalalu Tomohisa Yamashita itu adik sepupunya Erika Toda.”

“Memangnya masalah kaya gitu harus diberitakan juga ya??”

“Ya…engga sih, tada…”

“Maki-chan, kau mau pulang sekarang??” Tanya Hiroki dari sebrang ruangan.

“Iya…chotto…” Jawabku. “Erika, aku pulang dulu ya, jya…”

Aku pun pulang bersama Hiroki. Entah perasaanku aja atau bagimana ya…tapi sepertinya pandangan Yamapi padaku dingin sekali. Sejak mulai syuting tadi juga kami tidak saling menyapa. Biasanya walaupun bertengkar mulut, setidaknya kami saling menyapa. Aku belum berani menyapanya duluan. Sejak kejadian di lift itu, aku masih takut memandang mata Yamapi. Aku takut aura kemarahan seprti itu mengalir lagi ke sekujur tubuhku.

Ahhhh…..

Sekarang hari minggu, tidak ada jadwal syuting hari ini. Pokonya hari ini aku harus refreshing!!! Sudah hampir tiga hari aku tidak bias tidur. Aku harus menghafal dan menghayati peranku sebagai Nobuta. Selain itu, pikiranku juga tidak bias lepas dari Yamapi yang pasti sedang marah padaku. Aku benar-benar bingung menghadapinya. Aku juga bingung, memangnya apa kesalahanku yang kelima sampai dia marah besar gitu padaku.

Bayangin dong…gara-gara aku memikirkannya sampai-sampai di mimpi pun terbawa. Di dalam mimpiku, aku dan Yamapi berada di dalam lift Apartemenku. Suasana yang sama dengan kejadian di dalam lift waktu itu. Selanjutnya Yamapi mencekikku, rasanya dia benar-benar akan membunuhku. Untungnya aku cepat bangun, jadi dalam mimpiku sendiri aku tidak mati dibunuh oleh Yamapi.

Clak…clak…

“Ehhh…Nishikido-kun pasti lupa menutup keran lagi nih…”

Aku memutuskan menemui Nishikido dan bicara masalah ini. Ini sudah yang kesekian kalinya. Semoga saja dia ada di kamarnya. Aku pun menekan bel kamar Nishikido.

“Chotto…”

Lho??? Itu kan suaranya…Yamapi.

Aku cepat-cepat kembali ke arah lift dengan gugup. Liftnya masih ada di lantai 9…ayolah…hayaku…hayaku….aku tidak mau bertemu dengannya. Setidaknya tidak untuk saat ini. Aku belum siap…

Cklek…pintu kamar Nishikido terbuka, aku tidak berani melihat ke arahya.

“Ngapain nunggu lift??” Tanya Yamapi yang menyadari kehadiranku, kayaknya dia juga tahu aku yang menekan bel kamar Nishikido. “Kalau mau kabur lebih cepat lewat tangga kan???”

BAAAKAAA…

Aku langsung berlari turun lewat tangga. Kenapa aku jadi salah tingkah gini sih. Lagian ngapain juga Yamapi ada di apartemen Nishikido. Perasaan dia sering sekali dating ke sini. Emang sih mereka itu teman akrab, tapi apa harus sesering itu bertemu?? Kenapa selalu saja waktu aku bertemu dengan Yamapi adalah waktu yang tidak tepat. Kejadian ini benar-benar membuatku malu. Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku ke laut.

Setelah menenangkan diri, aku memutuskan untuk pergi keluar dari apartemen. Intinya…aku tidak mau ketemu Yamapi untuk kedua kalinya hari ini. Sesampainya di lobi, aku mengecek kotak suratku. Begitu aku buka kotak suratku, aku kaget!!! Banyak surat yang bertebaran keluar dari dalamnya. Senangnya…apa karena dorama Nobuta wo Produce aku jadi terkenal. Aku memungut dan membaca satu diantaranya…

KAU TIDAK PANTAS MAIN DORAMA DENGAN YAMAPI DAN KAME!!! CEWEK JELEK!!!

Mungkin ini salah satunya, aku baca yang lainnya…

UCHI-KUN TIDAK PANTAS JADI PACARMU!!!

Aku tidak pacaran dengan Hiroki…

KALAU TIDAK ADA YAMAPI, AKU TIDAK AKAN NONTON DORAMANYA!!!

Ehhhh….

AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN ORANG YANG SUDAH MEMUKUL YAMAPI!!!

Itu kan Yamapi yang salah…

PERANMU MEMANG PANTAS SEPERTI ITU…CEWEK JELEK!!!

Heeehhhhh???

“Dorama Yamapi jadi jelek kalau ada kau, pergi ke laut sana…cewek jelek!!”

“MEMANGNYA TIDAK ADA YANG LEBIH BAGUS YA SURATNYA!!! KALIAN SAJA YANG PERGI KE LAUT!!!!” Teriakku…”Ehhhh…ngapain kau disini??”

“Aku sedang membaca surat-surat yang bertebaran di sini.” Jawab Yamapi.

Aku benar-benar tidak tahan…aku…

“HWAAA…”

“Eh…jangan menangis di sini. Nanti aku yang dikira membuatmu menangis.” Kata Yamapi kelabakan.

“HWAAAAA…” Tangisanku malah tambah keras, dasar Yamapi memangnya tidak bias ya menenangkan cewek yang lagi sedih.

“Maki-chan??” Seseorang memanggil namaku. “Kenapa?? Kau apakan Yamashita?” Tanyanya.

“Aku…aku tidak melakuan apa-apa…”

“Hiroki…!!!” Teriakku sambil memeluk Hiroki. Aku butuh teman untuk bersandar. “Untung kau dating…hiks…hiks…”

“Iya…iya…tenanglah, aku di sini ya!!” Hiroki memang cowok embut yang bias menenangkan cewek yang lagi sedih. “Kita ke kamarmu, kau ceritakan semuanya di sana ya…??”

Aku menganguk. Aku dan Hiroki pergi ke kamarku. Sesampainya di sana. Aku menceritakan semuanya. Surat-surat itu, kekesalanku, semuanya…

“Ha…ha…ha…”

“Kenapa kau malah tertawa Hiroki???”

“Ya…kau ini cewek tegar kan?? Lucu aja kau nangis Cuma gara-gara masalah kecil kaya gini.” Ungkapnya sambil senyam-senyum.

“Masakah kecil??? Bagiku ini besar!!Aku sudah berjuang nunjukin actingku, masa tidak ada satupun yang menghargai. Cuma gara-gara aku cewek yang pernah nonjok Yamapi mereka tidak menerimaku!”

“Iya..iya..kau sudah bilang padaku tadi…kata-kata yang sama…he…he…”

“Hiroki…ini serius!!”

“Nee Maki-chan. Kalau kau menangis dan mundur, bukankah itu membuat mereka senang. Itu yang mereka mau kan. Jadi kau harus tunjukkin ke mereka kalau kau…”

“TIDAK akan kalah hanya dengan ejekan seperti itu!!!”

“Itu baru Maki yang kukenal…” KAta Hiroki sambil mengusap-ngusap kepalaku.

“Arigatou Hiroki, aku mungkin langsung menyerah kalau tidak ada kau…arigatou!!!” Ucapku sambil berdiri dan membungguk pada Hiroki “Aku pasti akan balas budi, kau mau apa???” Tanyaku kembali bersemangat.

“Aku mau…kau!!”

“Heehhh??? JAngan bercanda!!”

“Apa aku keliatan sedang bercanda??”

“Eh?” Dia serius…

“Kenapa kaget gitu!!Aku sudah pernah menyatakan perasaanku kan??”

“Waktu itu…”

“Waktu itu kau kira aku bercanda??”

“Gomen, aku tidak tau kau serius…jadi…” Aku bingung…

“Sudahlan…begini saja…” Hiroki berdiri di depanku. TAngan hangatnya memegang bahuku. “Anata ga SUUUKKKIII…hontouni suki. Kau mau jadi pacarku?” Matanya tajam menatapku.

Aku bisa melihat kalau dia serius. Hiroki memang baik, dia selalu ada disampingku kalau aku ada masalah, dia selalu menyemangatiku, dia juga sering membuatku gugup kalau di dekatnya, tapi…aku…

“Hiroki…aku…”

Clek…brug…

Aku dan Hiroki kaget melihat para reporter jatuh di depan pintu apartemanku. Kami hanya terpaku, sekejap kami tidak sadar kalau mereka adalah pencari berita. Mereka langsung berlari pergi. Kami yang baru sadar mereka menguping pembicaraan kami tadi, langsung mengejar mereka.

“CHOTTO MATTE!!!” Teriakku dan Hiroki sambil berlari. Terlambat, mereka sudah pergi dengan kendaraan mereka.

“Ada apa??” Tanya Yamapi yang melihat kami berlari mengejar-ngejar wartawan.”Mereka…wartawan??”

“Hm…” Hiroki mengangguk.

“Lalu??Apa yang membuat kalian mengejarnya??” Tanyanya lagi.

“Itu…aku…Maki-chan…” Hiroki gugup, baru pertama kali aku melihat muka gugupnya. Mukanya juga memerah.

“Kalian…???”

Aku tidak tau harus bagaimana menjelaskannya. Aku jadi mengikuti Hiroki yang hanya terdiam dengan muka merahnya. Aku yakin mukaku juga memerah.

Hari minggu yang panjang. Aku sama sekali tidak bisa merasakan liburan. Hari ini aku datang ke tempat syuting dengan lemas. Semalam aku tidak bisa tidur, apa yang akan dilakukan wartawan dengan info yang mereka dengar di apartemenku.

“Ohayo..” Sapaku sesampainya di SMA Tohka.

“Ah…Maki-chan…kochi…kochi!!” Kata Erika yang menyuruhku ke arahnya. Mereka sedang menonton TV.

Berita mengejutkan dating dari member NEWS Hiroki Uchi dan artis pendatang baru pemain dorama Nobuta wo Produce. Hiroki Uchi menyatakan perasaan sukanya pada Horikita-san. Berikut cuplikan yang kami dapatkan.”

Itu kejadian kemarin, waktu Hiroki bilang suka padaku di dalam Apartemenku. Mereka mendapatkannya dari awal sampai akhir.

Bagaimana kelanjutan dari kisah cinta dua artis ini??Apakah Horikita-san akan menerima pernyataan suka Uchi-kun??Kita tunggu saja.”

“Sugoiiii…!” Kata Erika. “Jadi bagaimana? Kau akan menerimanya?”

“Itu…aku…”

“Uchi-kun itu cowok baik lho!” sekarang Keme yang bicara. “Dia pasti tidak akan membuatmu kecewe, Horikita-san…nee Yamapi??”

Yamapi hanya terdiam. Aku melihat ke arahnya. Sepertinya dia tidak bersemangat.

“Yamapi???Nande??”

“Ah…nani??”

“Kau tidak mendengarkanku??” KAta Kame kecewa.

“Gomen, aku sedang mengingat-ingat scenario untuk episode kali ini. Tadi apa yang kau katakana?”

“Aku bilang Horikita san menerima Uchi-kun sebagai pacarnya.”

“Heeeh??”

“Ha…ha…ha…kenapa kau sampai terkejut gitu!!” Goda Kame.

“Kalau mereka emang mau jadian…ya…baguslah!” Kata Yamapi.

“Benarkah?” Kataku, dadaku rasanya sesak mendengar Yamapi mengizinkan aku jadian dengan Hiroki.

“Tentu saja, Uchi emang cowok yang baik, dia juga selalu ada disampingmu kan?? Sepertinya kalian memang cocok…” Tambahnya…

“Begitu ya…kalau gitu aku terima saja ya…” KAtaku kesal. “Aku mau ke toilet sebentar.”

Kenapa aku harus menangis??? Memangnya kenapa kalau Yamapi mengizinkanku pacaran dengan Hiroki??? Apa urusannya denganku??? Lagipula Hiroki emang cowok baik, benar kata Kame dia tidak akan pernah mengecewakanku seperti Yamapi. Tapi…kenapa rasanya sakit sekali…sakit…Kenapa…kenapa aku jadi menyukai Yamapi sampai sejauh ini….aku Cuma fansnya kan, rasa sukaku tidak mungkin melebihi rasa suka fans pada idolanya kan??? Tapi semakin aku mengelak, aku semakin sakit…

“Maki-chan??” Itu suara Erika. Aku mengusap air mataku. Menormalkan suaraku.

“Hai…”

“Syutingnya sudah mau mulai, kau tidak apa-apa?”

“Hai…daijoubu. Aku Cuma sakit perut, matte…aku akan ke sana sebentar lagi.” JAwabku.

“Hai. Cepat ya..kami tunggu.”

Aduh…mataku merah nih!! Gimana dong?? Tapi kalo aku tidak segera ke sana, bisa-bisa diomelin om sutradara. Semoga…tidak ada yang sadar mata merahku ini. Aku kembali ke tepat syuting.

“Gomenne…aku sakit perut!!” Kataku.

“Ya…sudah, scene 15 take 1 action!!!!” Teriak om sutradara.

Syuting berjalan lancar. Mereka semua bermain secara professional. Jadi aku juga harus professional. Tidak boleh mencampuradukkan masalah pribadi di tempat syuting. Bisa-bisa actingku kacau. Bisa-bisa aku dapet surat-surat hinaan lagi. Aku tidak akan membiarkan mereka mengirimiku surat seperti itu untuk yang kedua kalinya. Walaupun aku harus mengulang beberapa take saat bersama Yamapi. Syuting hari ini selesai juga. Sekarang aku bisa pulang lebih cepat. Tapi…diluar banyak wartawan yang mencari info tentang hubunganku dengan Hiroki. Huuh…!!

“Hey…!” Itu Yamapi, cowok yang paling tidak ingin aku temui saat ini. “Nih!!” dia menyodorkan hansaplas padaku.

“…” aku mengacuhkannya.

Tapi Yamapi menarik tanganku yang tadi terluka saat syuting. Tangannya hangat. Dia menempelkan hansaplas dengan lembut ke lukaku. Kumohon jangan memberi hal yang yasashii padaku. Jangan melakukan hal-hal yang bisa membuatku berfikir aku masih punya kesempatan. Aku langsung menepis tanganku setelah Yamapi menempelkan hansapalasnya.

“Arigatou…” Kataku dan langsung berbalik pergi.

“Chotto!!” Yamapi menarik tanganku. Aku menepisnya dengan spotan.

“Nani???”

“Kau…kau benar-benar akan menerima Hiroki?” Tanyanya, aku kaget pertanyaan seperti itu keluar dari mulutnya.

“Kau sendiri yang bilang aku cocok dengan Hiroki kan??”

“Aku memang bilang begitu, tapi kalau kau jadian dengan Uchi, aku…”

“Kau kenapa???” Potongku. “Tau tidak, kau ini selalu memperunyam masalah! Aku ingin hidupku tenang tanpa kau menggangguku!! Aku mau jadian dengan Hiroki atau tidak itu bukan urusanmu!!!Jya!!!” Aku berbalik dan pergi, tiba-tiba…

“KESALAHANMU YANG KELIMA!!!!” Teriaknya. Aku berbalik.

“Kesalahan…kesalahan…kesalahan…!!!KAu selalu mengungkit semua kesalahanku, tapi kau tidak pernah sadar kalau kau sudah buat banyak kesalahan padaku!!! Sebenarnya apa maumu!!! Kau mau aku berbuat apa supaya aku bisa menebus kesalahan-kesalahanku itu hah!!!” Aku benar-benar marah padanya. “Memangnya apa kesalahanku yang kelima itu hah??? Apa salahku sampai kau begitu membenciku!!!!”

“Kesalahanmu yang kelima adalah membuatku patah hati!!!” Teriak Yamapi. Aku hanya terdiam bingung, aku tidak mengerti apa maksudnya. “AKU SUKA PADAMU!!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s