Lie Heart II

“Ha..ha..aku masih ingat kau menonjok Yamashita-san. Ngagetin banget!!” kata Uchi.

“Dia pantas mendapatkannya.”

“Apalagi kau berani-beraninya menipu Yamashita-san kalo celananya belum di zipp, dia paling kelabakan kalo ada orang yang bilang kaya gitu, apalagi yang bilang itu cewek,ha…ha…ha…”

“Biarin!!Biar dia tau rasa!! Siapa suruh punya kebiasaan jelek lupa ngezip celana…”

“Waaahhhh kau tau kebiasaannya juga ya…”

“Itu..itu…”

Aku tidak bisa bilang aku nge-fans sama Yamapi. Koreksi…dulu aku nge-fans. Setelah kejadian itu aku benci cowok yang namanya Tomohisa Yamashita itu…!!! Rasanya ruuugiiii banget bisa nge-fans sama cowok sombong kaya dia. Sampai-sampai aku banting tulang di dunia entertainmen Cuma untuk ketemu langsung sama Yamapi. UKKKHHH!!!! KAlau ingat itu…pengen banget aku ngebanting si Yamapi jelek itu!! Tapi untungnya aku masuk di dunia yang sama dengan Yamapi adalah…aku bisa membuktikan padanya kalau aku bukan cewek jelek yang kalau kencan dengannya bisa merusak reputasinya. Aku pasti bisa menyaingi ketenaran Yamapi. Tidak…bahkan lebih!!! Liat aja!!!

“Kau suka Yamashita-san kan???” pertanyaan Uchi to the point banget sih.

“Ha…ha…ha…Aku TIDAK akan pernah suka sama Yamapi!!”

“Yamapi???”

“Mak..maksudku…Yamashita-san.” Kataku gugup.

“Kau ini lucu ya…kalau suka ya bilang aja suka…”

“Aku tidak suka!!!!”

“Tapi waktu di Deeto Show itu matamu hanya menatap Yamashita-san saja lho…” Uchi benar-benar menjebakku.

“Masa sih… ??Mungkin waktu kau liat, mataku memang sedang melihat Yamashita-san.”

“Dari awal hingga akhir acara???”

Mati aku!!!

“Ahhh….yang pasti aku benar-benar sial milih Yamashita buat jadi partner kencanku. Waktu itu harusnya aku pilih cowok yang kelima aja ya…pasti dia tipe cowok baik, romantis, penyayang, ga kaya si Yamashita itu!!!”

“Arigatou…”

“Eh???” Kenapa Uchi bilang arigatou?? JAngan-jangan……”Kau…????”

“Bagaimana mau kencan ke pantai denganku sekarang???”

“eh????”

“Ha…ha..ha…aku bercanda, tampang kagetmu itu lucu sekali sih, hari ini aku sudah liat ekspresi kagetmu dua kali.” Uchi tertawa lagi.

“Sudahlah…itu kan sudah lima bulan yang lalu. Ga usah dibahas lagi…”

“Hai…hai…sepertinya wajahmu mulai banyak tampil di TV ya??”

“Ko tau???”

“Tiga kali aku liat wajah kagetmu. Ya..iyalah, kalo jadi artis tidak mungkin aku tidak pernah liat mukamu di TV.”

“Waaaahhhh yokatta!!!”

“Nande?? Kok kayanya seneng banget gitu??”

“TEntu saja aku seneng, akhirnya ada juga melihatku sebagai artis…”

“Ha…ha…ha…memangnya selama ini tidak ada yang tau kamu artis?”

“Ada sih, selain keluarga dan teman-teman dekatku, anak tetanggaku tau. Lalu dia memberi tahu anak-anak lainnya. Dia juga fans pertamaku, yang minta tanda tanganku juga dia.” Ceritaku berseri-seri.

“Kau ini benar-benar cewek yang ceria ya…Aku Suka…”

“Eh??”

“Empat kali…”

“Nani?”

“Wajah kagetmu itu.”

“Maksudku yang kau katakan tadi…???”

“Ah…sepertinya aku fans keduamu ya…aku boleh panggil kau Maki-chan??”

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajahku sekarang. Semerah apa wajahku. Hiroki Uchi, princess-nya NEWS bilang suki padaku. Bahkan di bilang dia fans keduaku. Bayangin donk!!! Gimana ga deg-degan?!

“Ne…Maki-chan??”

Dia bahkan memanggil nama kecilku.

“Hai!”

“Kalau gitu kau panggil aku Hiroki aja.”

“Hiroki??”

“Hai! Hi-ro-ki. Boleh aku minta nomor ponselmu?”

“Buat apa?”

“Hmm…boleh kan kalau aku jadi fans istimewa mu??”

“Ehhh???”

“Ini yang kelima.”

“Habis…kau selalu mengatakan hal-hal yang mengejutkan sih!!”

“Jadi nomornya??”

Aku pun bertukar nomor ponsel dengan Hiroki. Kita malah foto bersama untuk ponsel masing-masing. Seperti di TV dan di konser-konser NEWS, Hiroki memang cowok yang ceria abizzz…Asyik buat diajak ngobrol, nyambung diajak ngobrol topic apa aja. Intinya cowok yang satu ini…seru. Nggak kaya Yamapi yang ternyata manis di TV dan panggung aja, aslinya…NYEBELIN!!!

“Rumahmu dimana??” Tanya Hiroki padaku.

“Ah..lihat apartemen di depan! Lantai 4 nomor 9. Itu apartemenku.” Jawabku sambil menunjuk kearah apartemen tempat aku tinggal.

Aku sengaja memilih nomor apartemenku lantai 4 nomor 9. Ya…apalagi kalo tidak berhubungan dengan Yamapi. Yamapi no tanjoubi wa…bulan 4 tanggal 9, jadi dengan alas an itu aku memilihnya. Setelah kecewa dengan sikap Yamapi di Deeto Show itu, aku ingin pindah apartement. Tapi…aku terlanjur membayar lunas apartemen itu selama 2 tahun. JAdi terpaksa deh aku tetap tinggal di sana.

“Miracle Apartement?” Tanyanya memastikan.

“Hai…sou desu!”

“Berarti kau sering bertemu Ryo dong??”

“Ryo…jangan kau bilang Ryo Nishikido!”

“Lalu aku harus bilang siapa kalau nama orangnya saja tidak boleh disebutkan, emangnya kenapa sih?Ada yang salah dengan Ryo?”

“Arimasen…kedo…aku ini sebenarnya cewek yang beruntung atau gimana sih…”

“MAksudmu???” Tanya Hiroki sambil mengerutkan alisnya, bingung.

“Habis…kayaknya tuh disekelilingku aku menemukan member NEWS. Waktu di Deeto Show, lalu tadi aku menabrak Yamashita dan kau…sekarang aku baru tahu kalau aku tinggal di tempat yang sama dengan Nishikido…”

“Memangnya kau tidak senang bertemu kami???”

“Kecuali Yamashita, aku senang sih…tapi apa aku termasuk cewek yang paling beruntung ya bisa bertemu kalian…??”

“Lho bagus kan!! Berarti kau berjodoh dengan kami. Suatu saat…kau hanya berjodooh denganku saja!”

Blush…pipiku rasanya terbakar untuk yang kedua kalinya.

“Pipimu merah tuh…!” Goda Hiroki.

“USO!!!” Bantahku malu.

“HA…ha…ha…asyik sekali ya menggodamu, Ma-ki-chan.”

“Urushai!!”

Kami melanjutkan perjalanan menuju apartemenku…eh…chotto…

“Kenapa kau mengikutiku???” TAnyaku pada Hiroki.

“Ge-er sekali…”

“Eh??”

“Aku mau ke apartemennya Ryo, makannya aku lewat sini. Mungkin kalau aku tidak berniat ke apartemen Ryo aku tidak akan bertemu denganmu ya…”

“Ohh…”

“YA…sekalian deh, aku ingin tau apartemenmu, supaya aku bisa main kapan-kapan. Atau siapa tau aku dikasih duplikat kunci apartemenmu, jadi…aku bisa main ke apartemenmu kapan saja aku mau…he..he..”

“Tidak akan pernah aku kasih!!”

“Ya…kalau sudah resmi jadi pacar harus ngasih dong!!!”

“Berhenti menggodaku!!!”

“Ha…ha…ha…”

KAmi pun sampai di lobby apartemen.

“Memangnya Nishikido-kun di kamar berapa??”

“Dia di lantai 5 no 9.”

“Kalau begitu tepat di atas apartemenku dong??”

“Hai!!”

“Jadi yang selalu lupa menutup keran kalau mandi sampai bocor ke kamarku itu…Nishikido Ryo!!”

“Ha..ha..ha..emang dia suka lupa menutup keran ya??”

“Iya…sering, ga sekali dua kali. Setiap aku ke kamarnya untuk mengingatkan, selalu saja tidak ada di tempat.”

“Hontou?? TApi yang aku tau Ryo itu termasuk cowok yang rapih dan disiplin lho!Tapi kalau emang mo ngingetin sekarang aja, dia pasti ada di apartemennya.”

“Sekarang??”

“Iya sekalian say hello kan?!”

Aku mengangguk. Setidaknya aku bisa menambah teman artisku lagi. Walau gossip-gosipnya Ryo itu cowok yang dingin dan kata-katanya tajam. Tapi sepertinya dia bukan cowok yang gampang ngejelek-jelekin cewek kaya si Yamapi itu. Akhirnya aku putuskan untuk berkunjung ke apartemen Nishikido bersama Hiroki.

TING…TONG…

Hiroki menekan tombol apartemen Nishikido.

“Hai…matte…” Kata seseorang dari dalam kamar. Tapi rasanya bukan suara Nishikido, aku rasanya familiar dengan suara cowok yang satu ini.

Benar saja. Ternyata yang membuka pintu bukan Nishikido, kedo…

“Yo!! Yamashita-san…kau di sini?? Ryo wa??” Tanya Hiroki.

“Dia sedang mandi.”

Yamapi menatap tajam ke arahku.

“Ah..dia Maki Horikita. Kau kenalkan…dia yang waktu itu…” Jelas Hiroki.

“Aku tidak mungkin melupakannya. Cewek kasar yang berani menonjokku, dan tidak mau minta maaf!!” Kata Yamapi dengan pandangan yang siap membunuh.

“Aku tidak salah!” Bentakku.

Ah ya…aku belum cerita kejadian setelah aku menonjok Yamapi. Tentunya dimana ada artis, di situ ada reporter. Jadi…esok harinya kejadian aku menonjok Yamapi sudah tersebar luas di seluruh Jepang. Aku yang aris baru tentunya disuruh untuk minta maaf. Tapi masa iya aku yang minta maaf kalau dia yang salah.

Tanpa disangka dengan gaya sok manisnya, Yamapi bilang ke wartawan…”Daijoubu…mungkin memang aku yang salah, mungkin aku sedikit menyinggungnya. Harikita-san sudah aku maafkan kok!” Seperti biasa dia memamerkan senyum mautnya. Yang membuat para fansnya kelepek-kelepek. Aku juga sempet terpesona sih, tapi…please deh!!! Memang dia yang salah, dan bukan sedikit dia menyinggung hatiku, dia sudah membuuat aku benar-benar seperti orang patah hati. Aku juga belum cerita ya, kalau aku menghabiskan 2 kotak tissue untuk menghapus air mataku. Rasanya sekarang aku adalah cewek yang tidak akan mengeluarkan air mata lagi. Sia-sia air mataku habis untuk cowok kaya dia.

“Siapa??” Tanya Nishikido yang baru keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk saja di perutnya. Aku langsung memalingkan mukaku, bisa-bisa aku mimisan di sini.

“Aku…Ryo-chan. Aku mo balikin DVD ini nih…katanya ada film baru ya???Aku juga sekalian mau nonton.”

“O..yo Hiro-chan!! Masuklah…kau dating sama siapa?” Tanya Nishikido sambil melihat ke arahku. “Ah…cewek yang waktu itu bilang celananya Yamapi belum di zipp kan??”

“Ryooo-chan!!!” Teriak yamapi.

“Ha…ha…ha…habis kejadian itu sulit aku lupakan sih…ha…ha…ha…”

Hiroki masuk ke dalam apartemen Nishikido.

“Ayo Maki-chan.” Ajak Hiroki.

“Maki-chan?????” Yamapi memanggil namaku seolah itu nama yang terlarang untuk diucapkan. Dasar cowok nyebelin!!!

“Ah…Hiroki, aku lain kali saja ke sini lagi. Nishikido-kun, yoroshiku ne!!” kataku memberi salam pada Nishikido.

“Hai..yoroshiku.”

“Jya ne!!”

“Chotto!!” kata Yamapi sambil menarik tanganku.

“Naaaniii??” Kataku sambil menepis tangan Yamapi.

“Aku belum buat perhitungan padamu!!”

“Perhitungan apa maksudmu??”

“Kau sudah buat 5 kesalahan padaku.”

“Haaahhhh???? Yang benar saja!” aku benar-benar ga percaya sikap Yamapi yang seperti ini. “Aku malas berurusan denganmu!!”

“Kau sendiri yang cari masalah denganku, jadi kau haru tanggung akibatnya…!!” Sepertinya Yamapi serius nih. Gawattt…

“Memangnya apa aja salahku??”

“Pertama…kau berani-beraninya menonjokku. Kedua…kau juga menipuku dengan kelemahanku. Ketiga…kau tidak mau minta maaf di depan pers. Keempat…kau membuatku sibuk dikerumuni fansku tadi. Kelima…”

“Chotto!! Sepertinya tidak ada yang kelima, sampai kejadian tadi itu, selesai.” Kataku.

“Ada yang kelima.”

“Tidak ada!!” Bantahku.

“Ada!!” Katanya tegas.

“Memangnya apa lagi…?”

“Yang kelima kau membuatku…”

Kring…kring…kring…

Ponselku bunyi. Tanpa minta izin ke Yamapi, aku langsung mengangkat telepon dari agency-ku.

“Moshi…moshi…” Sapaku.

Horikita-san, besok jam 10 kau datang ke SMA Tohka ya…!”

“Ehh…memangnya ada apa??”

Kau dapat kontrak main dorama. Peran utama!!

“HONTOU???!!!”

sou desu. Makanya besok jangan datang telat ya, ini kesempatan besar untuk debutmu. Apalagi lawan mainmu artis-artis yang sudah ahli.

“Tentu…tentu aku akan datang, aku tidak akan terlambat.”

Kalau gitu…sampai besok. Jyaa!!

“Jya…” Aku menutup teleponnya. “YATTTTAAAA!!!!”

“Kau ini tidak sopan ya!! Kalau ada orang yang sedang bicara denganmu, jangan memotong seenaknya. Bisa kan kau minta izin dulu padaku sebelum mengangkat telepon.” Omel Yamapi.

“Ah…gomenne…aku kira tidaj ada orang.” Kataku sambil senyum-senyum.

“KAu menambah kesalahanmu.”

“Kau ini perhitungan sekali sih Yamashita-san. Gini aja deh…karena aku lagi seneng, aku memaafkan semua kesalahanmu. Kesalahanmu ada bannnnyyyyaaaakkk sekali padaku!”

“Nande???Memangnya apa saja salahku??”

“Pertama…kau bilang aku jelek. Kedua…kau bilang aku bisa merusak reputasi keartisanmu. Ketiga…kau menipuku dengan bilang aku kawaii. Keempat…kau bilang aku kekanak-kanakan. Kelima…kau melanggar permainan Deeto Show. Yang keenam…kau membuat semua telorku pecah. Ketujuh…kau membanting barang-barang belanjaanku. Kedelapan…”

“Moii..yo!! Kau itu berlebihan tau ga!!”

“OK!! Intinya…kau sudah buat hidupku berantakan!! Liat aja aku akan tunjukkan padamu, kalau aku cewek kuat yang bisa menyaingi ketenaranmu di dunia entertainment!!!”

“Coba saja kalau bisa!!!”

“Liat saja!!! WEEEEKKKKK!”

Aku pun kembali ke apartemenku. Yokatta…akhirnya aku bisa main dorama yang meranin tokoh utama. Aku benar-benar beruntung. Kira-kira siapa ya artis yang jadi lawan mainku. Aku jadi penasaran. Tapi…biar jadi surprise besok, lebih baik aku jangan menanyakan pada manajerku. Ah…jadi pengen cepet-cepet besok…

Akhirnya hari ini tiba juga. Aku cepat-cepat menuju SMA Tohka tempat kami berkumpul.

Tiba juga di SMA Tokha. Semua sudah berkumpul ternyata…

“Doumo!!! Ohayo…Maki Horikita desu. Yoroshiku onegaishimasu…!!!” Sapaku dengan semangat pada kru yang lain.

“Yoroshiku…” jawab seorang cowok yang…

“Kazuya???Kamenashi Kazuya desu ne??!!”

“Hai. Kamenashi desu.”

“Uso!!! Jadi kau lawan mainku di dorama kali ini?? Sou desuka??” Tanyaku meyakinkan diri. Ini seperti mimpi, aku bisa main dorama bareng Kazuya Kamenashi. Leadernya boyband KAT-TUN yang sedang ada dipuncak itu. Kyaa…

“Sou desu. Ada satu orang lagi, dia belum datang.”

“Dare?”

“Kau pastu mengenalnya, dia…”

“Yo!!! Gomenne…aku terlambat…”

EEEEEEHHHHHHH…………

Kenapa jadi begini, kenapa dia juga jadi lawan mainku. Kenapa dengan orang yang paling tidak aku inginkan sebagai lawan mainku, kenapa di dorama pertamaku sebagai peran utama……nande???????

“Yo! Pi-chan…kau selalu saja telat!”

“Cuma telat 5 menit kan…lalu…” Yamapi menatapku. “Kenapa dia ada di sini???”

“Areee??? Bukannya kau sudah tau dia ikut berperan di dorama ini?!”

“Sudah tau???” Tannyaku tidak percaya.

“Kukira kau bercanda, Kame.” Katanya.

“Ehhh kau tidak percaya padaku??”

“Bukan, aku bukannya tidak percaya padamu, tapi aku tidak percaya cewek ini bisa jadi pemeran utama di doramaku kali ini.”

“Apa maksudmu…!!!!” Bentakku.

“Maksudku sudah jelas kan.”

“UKKHHHHH!!!!”

Aku pergi ke toilet. Aku mengusap wajahku, memastikan kalau ini Cuma mimpi. Mimpi buruk aku jadi lawan mainnya Yamapi. Actingku memang masih jauh dibandingkan Yamapi, tapi bukan berarti dia bisa seenaknya menyindirku kan. Dengan malas aku kembali ke tempat kami berkumpul.

Kami dibagikan scenario dorama. Judulnya Nobuta wo Produce. Aku jadi cewek yang selalu dikerjain teman-teman di kelas, dikucilkan, dan tidak berani mengungkapkan apa yang ada di dalam hatiku, satu lagi…peranku juga, aku tidak bisa tersenyum. Yokatta…dalam dorama ini yang aku sukai adalah Kame bukan Yamapi. Tapi Yamapi suka padaku…sebenarnya aku sedikit senang. Tapi kalau mengingat Deeto Show, ih…nggak deh!! Walau akhirnya tidak ada kejelasan aku jadinya sama siapa. Ceritanya bagus banget…persahabatan banget. Aku berperan sebagai Nobuko, Kamehashi sebagai Shuuji, dan Yamapi sebagai Akira.

Hari ini penulis scenario, dan sutradara hanya menjelaskan jalannya cerita, dan setting tempat yang rencananya akan kami gunakan untuk tempat syuting ya…SMA Tohka ini. Kami disuruh menghafal, dan menghayati karakter yang kami perankan selama 1 minggu. Minggu depan kami sudah mulai syuting episode pertama.

“Aku ingin liat, sampai mana kau bisa bertahan sebagai Nobuta.” Tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulut Yamapi.

“Liat saja!! Aku akan buktikan kemampuanku di dorama ini!!” Kataku yakin.

“OK…kita liat nanti.”

“Ah…Horikita-san…” Panggil Erika Toda yang juga berperan di dorama ini.

“Nande Toda-san??” Tanyaku.

“Ini…” Toda menyodorkan scenario padaku. “Kau tidak boleh meninggalkannya…”

“Ah…arigatou…”

“Tomo-chan, besok aku ke rumahmu ya…aku ada perlu.”

“Hm..” Angguk Yamapi mengiyakan.

Tomo-chan????Memang ada hubungan apa mereka berdua. Kok bisa-bisanya mereka saling panggil nama kecil kaya gitu. Ah…bukan urusanku!!! Tapi…

“Jya Maki…” kata Toda.

“Jya…Toda-san”

“Eh…aku sudah memanggilmu Maki lho!! JAdi kau panggil aku Erika saja ya…”

“Ah…hai…Erika.”

Erika pun pergi meninggalkan kami. Kami???Aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Lagian sudah malam. Aku harus cepat pulang. Takutnya aku ketinggalan bis malam. KAlau naik kereta harus berputar. Bisa-bisa aku jalan kaki sampai apartemen. Tanpa izin, aku pergi meninggalkan Yamapi.

“Ahhhh…benarkan…aku ketinggalan bis malam. Masa aku harus jalan kaki…kalau naik taxi kan…harrruuuusssss irit!!”

Aku memutuskan jalan, siapa tau ada bis malam yang lewat, dan mau menaikkan penumpang di tengah jalan.

TIN…TIN…

Eh…ada mobil Ferrari hitam yang nglakson padaku. Mobil itu berhenti tepat di sampingku. Saat kaca mobil dibuka. Ternyata Yamapi yang ada di dalamnya.

“Jalan kaki…???”

“…” Aku malas perang mulut dengannya.

“Aku baru pertama kali liat artis yang miskin kaya kamu!”

“Hey! Kalau kau Cuma berhenti untuk menghinaku, percuma tau!!! Aku tidak akan menangis karena kau hina!!” Aku melanjutkan jalanku dengan kesal.

TIN…TIN…

Apaan sih ni cowok!! Nyebelin banget!!

TIN…TIN…

“APA MAUMU, YAMASHITA-SAN!!!!”

“Naik!!”

“Eh??”

“Naik kubilang!”

“Aku tidak salah denger??”

“Setidaknya aku cowok yang masih punya perasaan untuk tidak membiarkan cewek jalan sendirian malam-malam.”

Tumben sekali dia baik padaku…

“Walau aku tau, tidak ada cowok yang bakal ngeganggu cewek jelek kayak kamu…”

Aku spontan berbalik dan melanjukan jalanku. Aku ralat kalau aku berfikir dia itu cowok baik,dasar…nyebelin!!
”Ayo naik!!!”

“A-ri-ga-to-u…” sambil aku terus berjalan.

Tiba-tiba Yamapi memberhentikan mobilnya. Dan tiba-tiba lagi Yamapi menarik tanganku dan mendorongku masuk ke dalam mobilnya.

“Kau ini kasar sekali sih!!! Tanganku sakit tau!!!” Keluhku.

“Kalau tidak dengan cara ini kau tidak akan masuk ke mobil kan!!” Yamapi mulai menyetir mobilnya.

“Tetap aja kasar!!!”

“Memangnya perlu kucium dulu supaya kau mau…haaahhh??!!!”

“Uh…”

Aku tidak akan menang deh kalau melawan omongannya. Dia kan keras kepala. Ga mau kalah!!! Ngomong-ngomong aku deg-degan juga nih, bisa duduk di samping Yamapi di dalamnya. Aku melirik Yamapi yang sedang menyetir denagn serius. Kakkoi…aku amkin deg-degan. Duh…jangan sampai deh dia dengar suara detak jantungku.

Kring…kring…

Untung ponselku berbunyi. Aku selamat…Di sana muncul foto ku dengan Hiroki. Dan nama Hiroki Uchi juga terpampang di sana.

Moshi moshi Maki-chan.

“Moshi moshi Hiroki, nani??”

Kau sedang apa?

“Aku sedang ada di jalan, baru pulang dari meeting dorama.”

Dorama??

“Iya…akhirnya aku dapet peran utama juga. Yattaaaaa!!!” Ungkapku senang pada Hiroki.

Yokatta…Ganbatte ne!

“ Hai..ganbare masu.”

Sepanjang jalan aku ngobrol dengan Hiroki di telepon. Setidaknya aku punya temang ngobrol yang bisa mengalihkan pandanganku dari Yamapi. Jadi aku tidak sempat deg-degan, tidak sempat memikirkan kakkoi-nya Yamapi, tidak sempat juga untuk perang mulut dengannya.

“Hiroki aku sudah sampai di apartemenku. Kita lanjutkan nanti ya ngobrolnya.”

Hai…oyasumi.

“Oyasumi…jya!!”

Aku menutup ponselku.

“Nah…setidaknya aku masih punya rasa terima kasih…dakara…arigatou gozaimasu…kau sudah mengantarku sampai depan apartemenku.” Ucapku setelah kuluar dari mobil Yamapi.

Aku pergi menuju apartemenku. Aku tidak salah kan…Yamapi mengikutiku.

“Kau tidak perlu mengantarku sampai depan kamar. Cukup sampai sini.” Kataku.

“Heh…jangan ke-ge-er-an deh!!! Aku mau menemui Ryo tau!! Siapa juga yang mau mengantarmu sampai depan kamar.”

“Ih…”

Langsung saja aku berbalik dan meninggalkan Yamapi yang berjalan dibelakangku. Liftnya kosong, kami berdua lagi. UKKHHH!!! Aku ga suka hening kayak gini. Bisa-bisa Yamapi mendengar detak jantungku yang kembali berpacu.

“Anoo…sebenarnya ada hubungan apa kau dan Erika??” Tanyaku untuk memecah keheningan.

“Memangnya kenapa??”

“Kalian saling memanggil nama kecil kan, aku penasaran aja??”

“Apa urusannya dengan mu! Kau dan Uchi juga saling memanggil nama kecil kan?!”

“Memangnya salah?? Kita kan berteman…” jawabku.

“Kalau teman biasa nggak mungkin sampai memanggil nama kecil, apalagi kalian baru kenal, bisa-bisanya langsung akrab gitu.”

“Hiroki itu orangnya asyik. Aku bisa langsung cerita-cerita banyak padanya. Kau tau…waktu acara Deeto Show itu. Orang pertama yang aku pikirkan adalah orang yang mengajakku kencan ke pantai. Itu Hiroki kan?? Tadinya aku akan menyebutkan orang kelima, tapi yang keluar malah orang ketiga.” Jelasku.

“Jadi itu alasan kenapa kau menangis?? KAu menyesal sudah memilihku???”

“Heh??”

Kenapa tatapannya serius sekali. Memangnya aku buat salah lagi ya…

TING…

Akhirnya sampai juga. Baru aku melangkahkan kaki keluar, Yamapi menarik dan mendorongku ke dalam lift. Liftnya tertutup.

“Nande???” Tanyaku heran “Aku mau keluar! Kau ini jangan seenaknya. Aku mau istirahat tauu!!”

“Kau tau apa kesalahanmu yang kelima??”

“…” Pandangannya benar-benar mengunci mataku untuk terus memandangnya.

“Kesalahanmu yang kelima adalah kau membuatku…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s